Menlu Iran Minta Israel Segera Buka Program Nuklir Ilegalnya

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Bahran Qassemi menolak tuduhan terbaru Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu

Menlu Iran Minta Israel Segera Buka Program Nuklir Ilegalnya
AFP/JACK GUEZ
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memberikan presentasi soal bukti bahwa Iran menyembunyikan senjata nuklirnya melalui Proyek Amad di Tel Aviv, Senin (30/4/2018). 

TRIBUNJOGJA.COM, NEW YORK - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Bahran Qassemi menolak tuduhan terbaru Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu. Iran tidak memiliki gudang rahasia terkait program nuklir.

"Dunia hanya akan makin menertawakan kepalsuan ini, pidato tanpa arti dan tidak bisa dipertanggungjawabkan seperti itu," kata Qassemi sebagaimana dikutip Sputnik, Jumat (28/9/2018) pagi ini WIB.

Netanyahu Klaim Israel Berhasil Temukan Gudang Rahasia Proyek Nuklir Iran

Menlu Javad Zarif juga menyebut tuduhan Israel itu sama sekali tidak memiliki selera seni. "Sebaliknya, ini justru saat tepat bagi Israel membuka program nuklirnya yang ilegal kepada pemeriksa internasional," kata Zarif lewat akun Twitternya.

Dalam pidatonya di sidang Majelis Umum PBB, Benyamin Netanyahu membeberkan klaim intelijen negaranya terkait keberadaan gudang rahasia di Iran yang dipakai untuk pengembangan program nuklir.

Presiden Iran: Kami Tak Ingin Perang dengan Siapapun

Pidato pada Kamis malam waktu setempat atau Jumat dini hari (28/9/2018) WIB itu disertai foto- foto lapangan dan satelit lokasi dimaksud.

Menurut Netanyahu, gudang rahasia itu terletak beberapa kilometer dari lokasi yang pernah dibom jet tempur Israel beberapa tahun lalu. Ia menuduh, gudang itu dipakai untuk menyembunyikan material terkait program nuklir Iran.

"Hari ini, saya ungkapkan untuk pertama kali, Iran memiliki lokasi rahasia lain, gudang yang dipakai untuk menyimpan sejumlah besar material terkait program rahasia nuklir mereka," kata Netayahu di depan peserta sidang.

Turki Nyatakan Tak Akan Pernah Dukung Sanksi AS ke Iran

"Bulan lalu, mereka memindahkan 15 kilogram material radioaktif dari fasilitas ini," lanjutnya seraya mengatakan material radioaktif itu dibawa ke sekitar ibukota Teheran, dan bisa membahayakan penduduk setempat.

Masih menurut Netanyahu, gudang itu menyimpan lebih kurang 300 ton material yang ada kaitan dengan program nuklir Iran. "Mengapa Iran terus merahasiakan data nuklir dan gudang atom mereka," tanya Netanyahu yang dikenal tokoh zionis garis keras ini.

"Apa yang Iran sembunyikan, Israel akan menemukannya," ancam Netanyahu sembari meminta IAEA memeriksa fasilitas tersebut, dan beberapa instalasi lain yang datanya dimiliki Israel. "Sekali lagi, untuk semuanya, katakan yang sebenarnya tentang Iran," tandasnya.

Media Israel Tulis Rudal S-300 Mimpi Buruk Bagi Negaranya

Atas alasan itulah, Israel mengklaim melakukan segalla daya upaya dan di manapun untuk melawan agresi Iran. Termasuk menggelar aksi di Suriah, Lebanon, dan Irak. "Kami akan melakukan apapun untuk mellindungi negara dan rakyat kami," kata Netanyahu.

Teheran tidak segera merespon tuduhan serius Israel ini. Namun dalam banyak kesempatan sebelumnya, Iran membantah semua tuduhan dan klaim Israel ini.(Tribunjogja.com/Sputnik/xna)

Penulis: xna
Editor: mon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved