Turki Nyatakan Tak Akan Pernah Dukung Sanksi AS ke Iran

Turki menyatakan tidak akan pernah mendukung dan turut serta melaksanakan sanksi ekonomi ala AS ke Iran

Turki Nyatakan Tak Akan Pernah Dukung Sanksi AS ke Iran
IST
Pelaksanaan kerja sama Iran, Rusia, dan Turki 

TRIBUNJOGJA.COM, NEW YORK - Turki menyatakan tidak akan pernah mendukung dan turut serta melaksanakan sanksi ekonomi ala AS ke Iran. Turki akan tetap menjalin kerjasama bisnis dengan Teheran.

Tekad ini disampaikan Menteri Luar Negeri Turki, Mehmet Cavusoglu di Markas PBB, New York, Kamis (27/9/2018) WIB. Pernyataan itu dikutip laman online media Rusia, Sputnik, Kamis pagi ini.

Bila China, Rusia, Iran, dan Turki Bersatu, Bagaimana Nyali Amerika?

"Kita tidak akan menyokong sanksi apapun (untuk Iran). Kami akan terus berdagang dengan Iran, dengan Rusia, dengan yang lainnya," kata Cavosoglu merespon pidato Presiden AS Donald Trump tentang sanksi blokade ekonomi AS ke Iran.

Parade Militer Iran Diserang, Garda Revolusi Bersumpah akan Membalas

Turki negara berdaulat. Jika sanksi ini diputuskan PBB, kami akan bergabung. Lain-lain, tidak," lanjutnya. AS secara bertahap meningkatkan sanksi blokade ekonomi ke Iran terkait tuduhan mereka terhadap negeri itu sebagai sponsor terorisme.

Washington menggunakan mekanisme yang jauh lebih komplek merealisasikan kebijakannya atas Iran. Termasuk akan menghukum negara-negara yang menjalin hubungan ekonomi, terutama pembelian minyak dari Iran.

Turki akan Percepat Proses Pembelian S-400 dari Rusia

Perusahaan-perusahaan multinasional sektor perminyakan juga dilarang melanjutkan hubungan bisnisnya dengan Iran. Keputusan AS ini didukung sejumlah kecil negara. Beberapa negara besar Eropa Barat menolak keputusan ini.

Selain ke Iran, Washington juga meningkatkan tekanan politiknya ke Rusia dan China. Rusia disanksi terkait sejumlah peristiwa, antara lain upaya pembunuhan bekas agen FSB, Sergei Skripal di London.

AS juga menekan China dan Rusia terkait penjualan sistem pertahanan udara S-400. Kini AS juga berusaha memotong usaha Rusia mengirimkan sistem antirudal S-300 ke Suriah menyusul insiden tertembaknya pesawat intai Il-20 Rusia berawak 15 orang di Suriah.(Tribunjogja.com/xna)

Penulis: xna
Editor: mon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved