Presiden Iran: Kami Tak Ingin Perang dengan Siapapun

Presiden Iran Hassan Rouhani menyatakan, negerinya tidak punya keinginan berperang dengan siapapun

Presiden Iran: Kami Tak Ingin Perang dengan Siapapun
SputnikNews
Presiden Iran Hassan Rouhani 

TRIBUNJOGJA.COM, NEW YORK - Presiden Iran Hassan Rouhani menyatakan, negerinya tidak punya keinginan berperang dengan siapapun. Iran juga tak ingin bertempur melawan pasukan AS di manapun di Timur Tengah.

Rouhani juga menyebut sanksi AS ke Iran bukan sesuatu yang baru. Ia meminta Washington kembali ke kesepakatan nuklir dengan Iran dan negara lain, yang mereka tinggalkan beberapa waktu lalu.

Pidato ini disampaikan Hassan Rouhani di Sidang Majelis Umum PBB di New York, Kamis (27/9/2018) WIB. "AS, suatu hari, cepat atau lambat, akan kembali (ke kesepakatan nuklir). Keputusan itu tak bisa diteruskan," kata Rouhani.

Turki Nyatakan Tak Akan Pernah Dukung Sanksi AS ke Iran

Sebelumnya, Rouhani menuduh AS berusaha mendongkel pemerintahan Iran. Ia lantas mengingatkan, Iran siap berunding dengan AS lewat Dewan Keamanan PBB.

Awal bulan ini, pemimpin spiritual Iran, Ayatollah Ali Khamenei menyebut, Iran siap meningkatkan kapasitas dan perlengkapan personil militernya, jika perang terjadi. Pernyataan itu merespon sikap keras Washington terhadap Teheran.

Dalam peta konflik Timur Tengah saat ini, terutama di Yaman dan Suriah, Iran menunjukkan pengaruhnya dengan menyokong kelompok Houthi Yaman. Di kubu sebaliknya, AS dan koalisi Arab berupaya mengembalikan pengaruhnya ke pemerintah Sanaa.

Bila China, Rusia, Iran, dan Turki Bersatu, Bagaimana Nyali Amerika?

Arab Saudi memimpin gempuran bertubi-tubi ke Yaman, yang memicu ancaman petaka kemanusiaan di negeri termiskin di jazirah Arab itu. Perang di Yaman sudah berlangsung lebih kurang empat tahun.

Di Suriah, personil militer Iran hadir atas undangan pemerintah Damaskus, guna membantu Suriah menghadapi kelompok pemberontak dan teroris yang didukung koalisi barat dan Arab.

Kelompok Garda Republik Iran, Hezbollah Lebanon, bersama militer Rusia, membantu pasukan Bashar Assad mengembalikan kedaulatan Suriah lewat perang yang sudah berlangsung lebih kurang tujuh tahun.

Parade Militer Iran Diserang, Garda Revolusi Bersumpah akan Membalas

Israel juga melibatkan diri langsung dalam perang di Suriah. Lewat jet-jet tempur dan rudal jelajahnya, Israel berulang kali menggempur wilayah Suriah. Dalihnya, menyerang instalasi yang dibangun militer Iran.

Serangan Israel terbaru melahirkan tragedi tertembaknya pesawat intai Ilyushin 20 milik Rusia di lepas pantai Latakia.

Moskow menyatakan, tragedi itu terjadi akibat manuver jet Israel yang menggunakan Il-20 sebagai tameng saat mereka menyerang Suriah pekan lalu.(Tribunjogja.com/Sputnik/xna)

Penulis: xna
Editor: mon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved