Kriminal

Menanti Proses Hukum Kasus Iqbal, Suporter Bola yang Tewas Usai Derby PSS vs PSIM

Menanti Proses Hukum Kasus Iqbal, Suporter Bola yang Tewas Usai Derby PSS vs PSIM

Menanti Proses Hukum Kasus Iqbal, Suporter Bola yang Tewas Usai Derby PSS vs PSIM
TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Tamu, kerabat dan sahabat berdatangan di rumah duka Muhammad Iqbal di dusun Balong, Timbulharjo, Sewon, Jumat (27/7/2018) 

Laporan Reporter Tribun Jogja Ahmad Syarifudin

TRIBUNJOGJA.COM - Dua bulan telah berlalu, pasca terjadinya kerusuhan yang merenggut nyawa Muhammad Iqbal Setyawan dalam laga Derby PSS Sleman vs PSIM Mataram di Stadion Sultan Agung, pada Kamis (26/7/2018) silam.

Kerusuhan ini menyisakan duka mendalam bagi kedua orangtua Iqbal.

Polisi sudah menangkap enam orang dan sudah ditetapkan sebagai tersangka. Namun tak kunjung disidangkan.

Kapolsek Jetis, Polres Bantul, AKP M. Sholeh, mengatakan, sejauh ini pihaknya masih terus bekerja keras, melakukan pemberkasan terkait kasus yang menewaskan pelajar kelas dua SMKN 1 Pleret tersebut.

"Kasusnya belum P21. Kita masih terus melengkapi pemberkasan," katanya, Rabu (26/9/2018).

Baca: PSIM Yogyakarta Tunggu Pemberitahuan Resmi Terkait Penghentian Kompetisi Liga Indonesia

Sholeh menjelaskan, pihaknya sudah melakukan rekonstruksi guna memperjelas peristiwa yang sesungguhnya dan mengetahui peran dari masing-masing pelaku.

Rekonstruksi dilakukan di lokasi kejadian, di parkir timur Stadion Sultan Agung, pada Kamis (13/9/2018) silam.

Dalam rekonstruksi tersebut, sedikitnya 21 adegan diperagakan. Disaksikan oleh Kejaksaan Negeri Bantul dan penasehat hukum dari masing-masing tersangka.

"Saat ini keenam pelaku masih kita tahan. Kita titipkan di LP Pajangan, supaya aman," terang dia.

Adapun keenam pelaku, masing-masing berinisial WTP (19) warga Banguntapan, Bantul, LGF (21) warga Sewon, Bantul, MTS (21) warga Banguntapan, Bantul, RA (22) warga Banguntapan, Bantul, FDK (22) warga Kotagede, Yogya dan HAT (22) warga Mantrijeron, Yogyakarta.

Menurutnya, pihak kepolisian akan bekerja maskimal untuk memproses kasus ini secara cepat. Namun demikian, kasus yang menewaskan warga Balong RT 4, Timbulharjo, Sewon ini belum dilimpahkan ke pengadilan.

"Jika dari jaksa sudah P21, tentu kita segera melanjutkan ke ranah hukum yang berlaku," tutur dia.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Bantul, AKP Rudi Prabowo, mengungkapkan, meskipun saat ini masih dilakukan pelengkapan pemberkasan, namun, ia menjamin, tidak lama lagi kasus ini akan segera dilimpahkan.

"Sampai saat ini, kita masih lakukan pelengkapan berkas. Tapi saya pastikan tidak lama lagi sudah selesai," tegas dia. (tribunjogja)

Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: Hari Susmayanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved