Tuntut Payung Hukum, Penarik Betor Jogja Tinggalkan Becak Motor di Kompleks Kepatihan

Tuntun payung hukum, pebecak motor yang melakukan aksi unjuk rasa meninggalkan ratusan becak motor di halaman kantor Gubernur DIY,

Tuntut Payung Hukum, Penarik Betor Jogja Tinggalkan Becak Motor di Kompleks Kepatihan
tribunjogja.com/ais
Pebecak motor yang melakukan aksi unjuk rasa meninggalkan ratusan becak motor sebagai alat mencari nafkah mereka di halaman kantor Gubernur DIY, kompleks Kepatihan, Selasa (24/9) 

TRIBUNJOGJA.COM,YOGYA - Pebecak motor yang melakukan aksi unjuk rasa meninggalkan ratusan becak motor sebagai alat mencari nafkah mereka di halaman kantor Gubernur DIY, kompleks Kepatihan, Selasa (24/9) sore.

Aksi tersebut merupakan bentuk protes karena mereka merasa tidak ditemui oleh pejabat maupun Gubernur DIY dalam menyampaikan aspirasinya.

“Kami akan memarkirkan becak motor di sini (kantor Gubernur) karena kami belum mendapatkan jawaban atas aksi kami.

Besok pagi (hari ini) kami ambil setelah ada jawaban,” kata Parmin, Ketua Paguyuban Becak Motor Yogyakarta (PBMY) dalam orasinya.

Baca: Ratusan Pengemudi Becak Motor Gelar Aksi Damai di Kantor Gubernur DIY

Baca: Ini Agenda dan Tuntutan Para Pengemudi Becak Motor Yogya saat Gelar Aksi di Kantor Gubernur DIY

Dalam aksi unjuk rasa yang dilakukan pebecak motor dari pagi hari pukul 08.30 hingga pukul 14.30 WIB,

para pebecak menuntut pemerintah segera mengeluarkan payung hukum untuk operasional becak motor.

Mereka juga meminta tempat mangkal di kawasan Malioboro bisa difasilitasi.

Sementara, beberapa perwakilan pun akhirnya bertemu di dekat kantor Sekda setempat.

Namun, pertemuan yang berlangsung alot itu tidak membuahkan hasil.

Pebecak pulang dengan tangan kosong dan akhirnya meninggalkan becak motor di parkiran mobil kompleks Kepatihan.

“Ini adalah bentuk protes kami, agar pemerintah tahu kesulitan kami dan ini adalah mata pencaharian kami yang terus diusik,” kata Parmin.

Koordinator Umum dan Security PBMY, Sugito menambahkan, ada ribuan becak motor yang akan dimasukkan ke kompleks Kepatihan.

Bahkan, pihaknya akan melakukan sweeping bagi ribuan becak motor yang masih beroperasi di luar.

“Kami menuntut keadilan agar bisa mencari nafkah dengan tenang melalui becak motor,” paparnya.(tribunjogja.com/ais)

Penulis: ais
Editor: ose
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved