SPBU di Bantul Belum Terima Kuota Premium Reborn

24 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Bantul belum mendapat kuota penyaluran BBM bersubsidi jenis premium

SPBU di Bantul Belum Terima Kuota Premium Reborn
Tribun Jogja/Amalia Nurul Fathonaty
Sosialisasi penyaluran BBM bersubsidi jenis premium di Imogiri, Bantul, Selasa (25/9/2018) 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Total sebanyak 24 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Bantul belum mendapat kuota penyaluran BBM bersubsidi jenis premium.

Hal tersebut berkaitan dengan Peraturan Presiden RI Nomor 43 Tahun 2018 tentang perubahan atas Peraturan Presiden RI Nomor 191 Tahun 2014.

Dengan adanya perubahan ini, BBM jenis bensin (gasoline) RON minimum 88 (premium) wajib tersedia di SPBU-SPBU wilayah Jawa, Madura dan Bali (Jamali).

Baca: Hingga September, Sudah Ada 116 Kasus Kebakaran di Bantul

Baca: Pameran Foto Pariwisata dan Peluncuran Promosi Pariwisata Henan diadakan di Yogyakarta

"Slot untuk bahan bakar bersubsidi (premium) ini belum dapat diinformasikan. Dari BPH Migas, misal itu ada hanya ada 10 SPBU saja," ujar Kepala Dinas Perdagangan Bantul Subiyanta Hadi, Selasa (25/9/2018).

Lanjutnya, ia berharap jika dapat terealisasi tak hanya 10 SPBU saja yang mendapatkan kuota premium.

Terkait perubahan Perpres tersebut, diungkapkan oleh Komite BPH Migas Sumihar Panjaitan, perbedaan yang menonjol yakni di Jamali tidak diperbolehkan menjual premium menjadi diperbolehkan.

Untuk harga premium ini kata dia, ditetapkan oleh pemerintah dan tetap bersubsidi. "Harganya sekitar 6.450 (per liter) saat ini," ujarnya.

Baca: Angka Percerian di Kota Yogyakarta Tahun 2018 Capai 571 Perkara

Meski SPBU di Kabupaten Bantul belum mendapat kuota untuk premium Reborn, Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Bantul Subiyanta Hadi menilai sosialisasi ini tetap memiliki manfaat terhadap masyarakat.

"Memberikan info kepada masyarakat. Tidak hanya soal premium saja. Seperti soal merekomendasikan untuk membeli solar bersubsidi," katanya.

"OPD pengampu juga akan berikan rekomendasi untuk UMKM, petani, peternak supaya membeli bahan bakar bersubsidi ke SPBU," sambungnya.(amg)

Penulis: amg
Editor: ose
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved