Internasional

Media Israel Tulis Rudal S-300 Mimpi Buruk Bagi Negaranya

Media Israel Tulis Rudal S-300 Mimpi Buruk Bagi Negaranya. Rusia Kirim Tujuh Sistem Antirudal S-300 ke Suriah.

Media Israel Tulis Rudal S-300 Mimpi Buruk Bagi Negaranya
Press TV
Rudal jarak jauh buatan Rusia, S-300, di situs nuklir Fordo, Iran tengah. Gambar diambil pada Minggu (28/8/2016). 

TRIBUNJOGJA.COM - Sejumlah media Israel menanggapi serius rencana pengiriman sistem antirudal S-300 oleh Rusia ke Suriah. Mereka menyebut Israel akan menghadapi masalah besar.

Stasiun televisi Israel Chanel 9, menyebut Angkatan Udara Israel akan menghadapi mimpi buruk. The Jerusalem Post mengatakan, keberadaan sistem rudal canggih S-300 akan benar-benar mendongkrak kapabilitas militer Suriah.

Rudal balistik S-300 ini memiliki jangkauan 300 kilometer, memiliki alat pelacak jet dan roket. Artinya, ini bisa menjangkau wilayah Israel dan armada udara Israel di manapun berada. Perkembangan sangat serius menurut media ini.

Lebih jauh, The Jerusalem Post membeberkan, Suriah sejauh ini memiliki persenjataan kuno peninggalan Uni Soviet. Sistem pertahanan udara terbaru yang mereka miliki hanya rudal jarak pendek Pantsir S-1.

Sementara media Haaretz dalam headline-nya, menulis "Kehadiran S-300 di Suriah Membuat Israel Berpikir Dua Kali di Aksi Berikutnya". Media ini menambahkan, saat ini jadi masa paling sulit bagi Tel Aviv menyikapi perkembangan ini.

Surat kabar Ynetnews, sebagaimana dikutip Sputnik Selasa (25/9/2018), secara lugas menyebut kedatangan rudal S-300 di Suriah adalah kabar buruk bagi Israel.

Rudal balistik itu akan membatasi manuver armada udara Israel yang selama ini begitu leluasa menerbangi wilayah Lebanon dan Suriah.

Selain mengirimkan sistem antirudal S-300, Menhan Rusia Sergei Shoigu menegaskan, Rusia akan menetapkan larang terbang di wilayah Latakia hingga lepas pantainya.

Zona larangan terbang ini akan memangkas pergerakan Israel dan pesawat asing.

Baca: Tiba di Suriah, Pesawat Angkut Raksasa Ini Bawa Instrumen Rudal Canggih

Selain itu militer Rusia akan melakukan pengacakan sinyal (jamming) satelit navigasi dan sistem komunikasi udara di seluruh area Laut Tengah yang berbatasan dengan daratan Suriah.

Halaman
12
Penulis: xna
Editor: has
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved