Lemak Jenuh dalam Minyak Kelapa Sawit Tak Mutlak Bahayakan Jantung

Pihaknya mengklaim minyak kelapa sawit lebih baik ketimbang minyak nabati dari sumber lain.

Lemak Jenuh dalam Minyak Kelapa Sawit Tak Mutlak Bahayakan Jantung
Tribun Jogja/ Wahyu Setiawan Nugraha
Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) XII yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Spesialis Kedokteran Okupasi Indonesia (Perdoki) dengan tema The role of Occupational Medicine in Keeping The Workers in Their Job serta Sosialisasi mengenai isu dan manfaat kelapa sawit oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) di Melia Purosani Yogyakarta, Minggu (23/9/2018). 

Kendati demikian, pemberi informasi advokasi dan rekomendasi yang berada di Amerika serikat tersebut justru mengkaitkan fenomena peningkatan penyakit jantung di sana dengan konsumsi gula.

"Dan justru untuk menekan penyakit itu mereka mengkambinghitamkan Gula. Bahkan beberapa aktivis sampai menganggap gula adalah toxic. Tentu ini yang perlu diluruskan," katanya.

Sementara itu, Dr Harianto MS SpOK sekaligus perwakilan Perdoki menuturkan bahwa minyak kelapa sawit memiliki kandungan yang kaya akan vitamin E khususnya tokoferol dan tokotrienol. Yang mana zat ini bertindak sebagai antioksidan dalam tubuh. Selain itu, kandungan zat ini pun juga dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

"Minyak kelapa sawit justru mengandung pitosterol, senyawa yang secara ilmiah terbukti membantu menurunkan kolesterol," sambung Harianto.

Ia pun menilai senyawa yang terkandung dalam minyak kelapa sawit banyak memberikan manfaat bagi tubuh seperti memperbaiki fungsi otak, mengurangi resiko penggumpalan darah arteri (efek antitrombotik) dan menurunkan tekanan darah.

"Sebagai minyak yang berasal dari tumbuhan, minyak kelapa sawit justru banyak memberikan manfaat bagi tubuh manusia. Minyak nabati pohon jenis serabut ini sejatinya banyak mengandung unsur vitamin dan protein yang sangat berguna untuk kesehatan tubuh manusia. Pada intinya mengkonsumsi minyak kelapa sawit tidak berbahaya," pungkasnya.(*)

Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho
Editor: Muhammad Fatoni
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved