Yogyakarta

Peserta Pemilu Harus Bertanggung Jawab dalam Lakukan Kampanye

Agar deklarasi kampanye damai bisa berjalan dengan lancar, maka peserta pemilu harus melakukan kampanye dengan penuh tanggung jawab.

Peserta Pemilu Harus Bertanggung Jawab dalam Lakukan Kampanye
https://twitter.com/kratonjogja
Sri Sultan Hamengku Buwono X 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Agar deklarasi kampanye damai bisa berjalan dengan lancar, maka peserta pemilu harus melakukan kampanye dengan penuh tanggung jawab.

Hal tersebut disampaikan oleh Gurbernur DIY, Sri Sultan Hamengku X pada saat sambutan deklarasi kampanye damai yang dilakukan di Bangsal Kepatihan DIY, pada Minggu (23/9/2018).

Baca: Burung Perkutut Simbol Kampanye yang Harus diterapkan oleh Peserta Pemilu

Sultan menyampaikan, sudah selayaknya kampanye damai tidak hanya tampak di kertas saja, namun juga tindakan-tindakan yang ada di lapangan harus dilakukan dengan prinsip tema yang telah digaungkan oleh KPU, Indonesia menolak Hoax, Politisasi Sara serta Politik Uang.

"Demokrasi bisa hidup jika maknanya dihidupkan oleh mereka yg terlibat di arena kontesasi, bukan hanya ritual formalitas 5 tahunan belakang. Namun juga dilakukan dengan kesamaan ucapan dan tindakan, suksesnya semua tergantung pihak yang berada di dalam pemilu," terangnya.

Sultan juga menerangkan jika pemilu serentak bukan semata untuk mengisi jabatan presiden dan kursi dewan yang terhormat, namun juga pendidikan politik untuk mendewasakan bangsa Indonesia.

"Di tengah maraknya perang tagar, dan ujaran kebencian, sebuah ikrar kampanye damai seharusnya membawa kesejukan. Kampanye juga harus tetap menjaga persatuan dan kesatuan. Harapan kita, agar rakyat tidak terkotak-kotak, hanya karena berbeda calon dan aspirasi, apalagi saling hujat," ungkapnya.

Baca: Sejumlah Parpol, Caleg dan Perwakilan Capres Cawapres di Yogyakarta Deklarasikan Pemilu Damai

Sultan juga berpesan, apabila nanti dalam penyelenggaraan pemilu terdapat sengketa, KPU dan Bawaslu juga bisa meminta Pemerintah Daerah untuk membantu penyelesaian permasalahan.

"Jika ada sengketa dalam pemilu, hendaknya KPU dan Bawaslu tidak segan meminta bantuan Pemda. Kita juga tidak boleh membiarkan KPU dan Bawaslu bekerja sendiri, sukses pemilu adalah sukses bangsa, kita serukan damai," katanya (*)

Penulis: Siti Umaiyah
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved