Kota Yogyakarta

Warga Yogya Diminta Ikut Mengantisipasi Potensi Bencana di Wilayahnya

Pasca hujan deras yang mengguyur Kota Yogyakarta kemarin Kamis (20/9/2018), terjadi tiga peristiwa pohon tumbang.

Warga Yogya Diminta Ikut Mengantisipasi Potensi Bencana di Wilayahnya
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Kota Yogya 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Musim pancaroba telah tiba.

Berbagai upaya pencegahan dan penanggulangan bencana telah dilakukan, tak terkecuali Pemerintah Kota Yogyakarta.

Baca: Masuki Musim Pancaroba, BMKG Himbau Masyarakat Waspada

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta, Hari Wahyudi menjelaskan bahwa Pemkot telah memberikan broadcast message yang berisi tentang peningkatan kewaspadaan masyarakat pada masa pancaroba.

"Broadcast tersebut meminta warga Kota Yogya untuk ikut melakukan antisipasi potensi bencana yang ada di sekitarnya. Misalkan saja seperti pemangkasan ranting pohon," urainya pada Tribunjogja.com, Jumat (21/9/2018).

Ia menuturkan, pasca hujan deras yang mengguyur Kota Yogyakarta kemarin Kamis (20/9/2018), terjadi tiga peristiwa pohon tumbang.

Ketiga terjadi di tiga tempat yang berbeda yakni Jalan Sisingamangaraja, Menteri Supeno, dan Cendana.

"Dari ketiga peristiwa tersebut, tidak menimbulkan korban jiwa," ujarnya.

Selain pohon tumbang, lanjutnya, drainase yang berada di wilayah Keparakan tersumbat dan menimbulkan genangan air.

Genangan tersebut meluap hingga memasuki permukiman warga.

"Dari laporan warga setempat, saluran drainase terhambat sampah. Jadi saya minta warga untuk lebih tertib dalam membuang sampah. Misalkan membuang putung rokok sembarangan, walau cuma satu kalau semua orang melakukan itu maka akan menyumbat saluran," ucapnya.

Baca: Musim Pancaroba, Kekeringan di Bantul Meluas, Droping Air Meningkat

Ia pun meminta, Kampung Tangguh Bencana (KTB) untuk secara berkala menggelar simulasi.

Simulasi tersebut, lanjutnya, tidak perlu melibatkan banyak orang dan biaya yang besar.

"Misalkan 5-10 orang sedang santai bersama, spontan saja lakukan simulasi kebencanaan yang potensi terjadi di sana. Misal kebakaran, banjir, dan sebagainya," ungkapnya. (*)

Penulis: Kurniatul Hidayah
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved