Penuturan Saksi Mata Peristiwa G30S/PKI Saat Malam Mengerikan di Rumah Ahmad Yani

Nugroho juga menjadi saksi mata langsung peristiwa mencekam peristiwa G30S terutama saat malam mengerikan di rumah Ahmad Yani

Penuturan Saksi Mata Peristiwa G30S/PKI Saat Malam Mengerikan di Rumah Ahmad Yani
IST
Jasad Brigjen Soetojo Siswomiharjo sesaat setelah diangkat dari sumur di lubang buaya, 4 Oktober 1965 

TRIBUNJOGJA.com - Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo'menantang' Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) untuk mengeluarkan perintah kepada prajuritnya menonton film gerakan 30 September (G30S/PKI).

Bahkan Gatot menyarankan KSAD untuk melepas pangkatnya jika sampai tak berani memutar film yang menjadi tontonan wajib di era Orde Baru tersebut.

Tantangan Gatot disampaikan melalui akun Twitter miliknya, @Nurmantyo_Gatot, Kamis (20/9/2018):

"Kalau KSAD tdk berani memerintahkan nonton bareng film G-30S/PKI, bgaimana mau mimpin prajurit pemberani & jagoan2 spt Kostrad, Kopassus, & semua prajurit TNI AD. Kok KSAD-nya penakut... ya sudah pantas lepas pangkat. Ingat! Tdk ada hukuman mati utk perintah nonton bareng. Paling copot jabatan, bukan copot nyawa. Kalau takut, pulang kampung saja. Krn kasian nanti prajuritnya nanti disamakan dgn pemimpinnya penakut. Kan bisa menjatuhkan harga diri prajurit TNI AD yg terkenal di dunia pemberani plus super nekat. Tapi saya yakin KSAD dan Panglima TNI bukan tipe penakut. Kita lihat saja pelaksanaannya," cuitnya.

Film dengan judul asli "Penumpasan Pengkhianatan G 30 S PKI" ini memang menjadi kontroversi.

Banyak yang menganggap film ini perlu ditonton untuk mengenang sejarah kelam Indonesia, namun tak sedikit pula yang menganggap film ini tidak sesuai dengan fakta sejarah.

Film G30S/PKI sendiri tidak lepas dari sosok Drs. Nugroho Notosusanto, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada Kabinet Pembangunan IV, yang menjadi penulisnya.

Nugroho juga menjadi saksi mata langsung peristiwa mencekam peristiwa G30S, seperti pernah dipaparkannya melalui tulisan di Majalah Intisari edisi Oktober 1968 berikut ini.

---

Tidak banyak di antara penduduk kota Jakarta, kecuali mereka yang ikut dalam percobaan kup Gestapu/PKI, yang berada dalam keadaan bangun pada peralihan tanggal 30 September menjelang tanggal 1 Oktober 1965, tiga tahun yang lalu.

Halaman
1234
Editor: Mona Kriesdinar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved