Sleman

Jelang Masa Kampanye, Pemkab Sleman Gelar Deklarasi Kampanye Damai

Pemkab Sleman bersama seluruh elemen dan 16 Parpol peserta Pemilu menggelar Deklarasi Kampanye Damai Pemilihan Umum Serentak Tahun 2019.

Jelang Masa Kampanye, Pemkab Sleman Gelar Deklarasi Kampanye Damai
TRIBUNJOGJA.COM / Pradito Rida Pertana
Suasana Deklarasi Kampanye Damai Pemilihan Umum Serentak Tahun 2019 Kabupaten Sleman di Hotel Prima SR, Jumat (21/9/2018). Tampak perwakilan ke-16 Parpol melakukan penandatanganan terkait deklarasi tersebut. 

TRIBUNJOGJA.COM - Guna menjaga kondusifitas Kabupaten Sleman saat digelarnya masa kampanye Pemilu 2019, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman bersama seluruh elemen dan 16 Partai Politik (Parpol) peserta Pemilu menggelar Deklarasi Kampanye Damai Pemilihan Umum Serentak Tahun 2019 di Hotel Prima SR, Jumat (21/9/2018).

Selain itu, untuk laporan awal dana kampanye Parpol ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sleman hingga saat ini belum ada.

Ketua KPU Kabupaten Sleman, Ahmad Shidqi mengatakan, bahwa pihaknya telah menetapkan daftar calon tetap (DCT).

Adapun jumlah calon legislatif yang telah ditetapkan berjumlah 554 orang dari 16 Parpol peserta Pemilu.

Dikatakannya pula, bahwa setelah penetapan DCT dilanjutkan dengan masa kampanye yang dimulai tanggal 23 September.

Lanjutnya, untuk masa kampanye Pemilu 2019 akan berlangsung selama 6 sampai 7 bulan.

"Karena itu, sebelum masuk masa kampanye, mari bersama-sama kita bangun komitmen agar kampanye besok berlangsung damai, penuh kekeluargaan dan kebersamaan," katanya pada Tribunjogja.com usai acara Deklarasi tersebut, Jumat (21/9/2018).

Lebih lanjut, selain menghadirkan perwakilan dari ke-16 Parpol yang berlaga dalam Pemilu 2019, dalam deklarasi tersebut turut dihadiri oleh tokoh agama, tokoh masyarakat dan organisasi masyarakat.

Bukan tanpa alasan, menurutnya hal itu karena Pemilu kali ini dilakukan secara serentak dan memunculkan kerumitan tersendiri.

"Muatan politik Pemilu kali ini saya kira lebih tinggi dibanding Pemilu tahun 2014. Apalagi kalau lihat tahapan kampanye pada Pemilu sebelumnya kan rentan benturan antar pendukung. Terutama saat kampanye dalam bentuk rapat umum yang melibatkan massa tidak sedikit," ujarnya.

Dijelaskannya, kampanye dalam bentuk rapat umum baru bisa dilaksanakan saat 21 hari sebelum dimulainya hari tenang. (*)

Penulis: rid
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved