Bisnis

ASMINDO Dampingi Sentra-Sentra Mebel di Yogya

Program ini dinamakan program 3 in 1 berbasis Sentra IKM, 3 in 1 adalah konsep dari Pelatihan, Sertifikasi dan Penempatan.

ASMINDO Dampingi Sentra-Sentra Mebel di Yogya
TRIBUNJOGJA.COM / Victor Mahrizal
Komda ASMINDO DI Yogyakarta menyelenggarakan Program Perdana, "Njlajah Deso Milangkori" di Balai Desa Jatimulyo Kecamatan Dlingo Kabupaten Bantul, Kamis (20/9/2018). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Victor Mahrizal

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dalam melakukan matching produk antara sentra dan kebutuhan eksport mebel dan kerajinan, Kamis (20/9/2018) Komda ASMINDO DI Yogyakarta menyelenggarakan Program Perdana, "Njlajah Deso Milangkori" di Balai Desa Jatimulyo Kecamatan Dlingo Kabupaten Bantul.

Program ini dibuat untuk menaikkan standard mutu dan produk Industri Mebel dan Kerajinan sebagai komoditas ekspor pertama di DIY yang dihasilkan di sentra-sentra.

Baca: Asmindo Hadang Produk Asing dengan Perkuat Pasar Domestik

Pasalnya, meski semua Kabupaten dan kota di Yogyakarta ini mempunyai sentra-sentra Mebel dan Kerajinan, selama ini sentra-sentra mebel hanya melayani kebutuhan domestik dengan standard yang ala kadarnya.

Kayu yang belum kering, mutu produk yang belum terstandarisasi maupun tehnik finishing yang masih terbatas.

Program perdana "Njlajah Deso Milangkori" ini dilakukan di Desa Jatimulyo Kecamatan Dlingo Kabupaten Bantul bekerjasama dengan Pusdiklat Industri Kemetrian Perindustrian dalam hal ini adalah Balai Diklat Industri Yogyakarta.

Program ini dinamakan program 3 in 1 berbasis Sentra IKM, 3 in 1 adalah konsep dari Pelatihan, Sertifikasi dan Penempatan.

Program dibuka oleh Tevi Dwi Kurniawati,S IP, MSi selaku Ketua Balai Diklat Industri Yogyakarta yang memaparkan tentang konsep 3 in 1 dalam peningkatan mutu SDM Industri.

Ketua Komda ASMINDO DIY, Irsyam Sigit Wibowo mengatakan, tumbuhnya ekowisata di daerah Kecamatan Dlingo seharusnya juga diikuti oleh bertambahnya pasar mebel dan kerajinan kayu yang dihasilkan oleh masyarakat sekitar Dlingo, termasuk daerah Jatimulyo karena para pengunjung wisata di daerah Dlingo itu sebenarnya juga calon-calon buyer lokal bagi pengrajin mebel dan kerajinan di Dlingo.

“ASMINDO mempunyai kewajiban moral untuk membantu peningkatan kualitas dan pemasaran para pengrajin mebel dan kerajinan di wilayah Dlingo. Untuk itu diadakanlah Diklat Finishing Furniture yang berkualitas oleh ASMINDO dan BDI Yogyakarta,” jelas Irsyam.

“Selanjutnya dari kelompok pengrajin di daerah Dlingo menunjuk kordinator kelompok untuk.menjadi wakil yang akan bergabung di Asmindo, sehingga semua program maupun pembinaan nantinya bisa dirasakan oleh para pengrajin,” imbuhnya. (tribunjogja.com

Penulis: vim
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved