Yogyakarta

Deklarasi Indonesia Menolak Hoax Diharap Mampu Ciptakan Suasana Pemilu Kondusif

Guna menciptakan pemilu yang kondusif dan damai, Komisi Pemilihan Umum (KPU) DIY akan selenggarakan deklarasi damai.

Deklarasi Indonesia Menolak Hoax Diharap Mampu Ciptakan Suasana Pemilu Kondusif
TRIBUNJOGJA.COM / Siti Umaiyah
Ketua KPU DIY, Hamdan Kurniawan saat ditemui pada Rabu (19/9/2018). 

TRIBUNJOGJA.COM - Guna menciptakan pemilu yang kondusif dan damai, Komisi Pemilihan Umum (KPU) DIY akan selenggarakan deklarasi damai yang dilaksanakan pada Minggu, 23 September 2018.

Deklarasi tersebut akan diikuti oleh semua peserta pemilu, baik dari partai politik maupun calon Dewan Pimpinan Daerah (DPD) RI Dapil DIY serta tim sukses yang dengan rute dari Kepatihan menuju kantor KPU DIY yang dimulai sejak pukul 06.00 WIB

Ketua KPU DIY Hamdan Kurniawan mengatakan jika tema yang diambil Indonesia Menolak Hoax, Politisasi Sara dan Politik Uang bertujuan agar para peserta pemilu benar-benar menaati peraturan yang telah ditetapkan KPU.

"Kita harapkan dengan deklarasi itu semua pihak yang kita undang, baik parpol maupun calon anggota DPD bisa menaati setiap kampanyenya, bahwa dia tidak menggunakan berita bohong, berita palsu, yang menyesatkan dan tidak jujur terkait dengan visi misi program dan citra dirinya," ungkapnya pada Tribunjogja.com.

Hamdan menegaskan, para peserta pemilu juga tidak diperbolehkan untuk menggunakan isu sara yang bertujuan untuk memenangkan dirinya

"Peserta juga tidak boleh menggunakan isu sara untuk memenangkan dirinya. Termasuk juga komitmen agar tidak menggunakan politik uang, ini akan merusak integritas, itu akan kita ajak bersama dalam deklarasikan," terangnya.

Dia juga mengatakan jika dalam deklarasi tersebut semua atribut sudah disediakan oleh KPU dan para peserta tidak diperbolehkan membawa peralatan partai apapun.

"Kita akan melakukan karnaval dengan kendaraan nanti masing masing peserta pemilu tidak diperkenankan membawa atribut partai. Karena semua sudah kita sediakan. Kita maksudkan ini bisa menjadi rombongan besar yang semuanya bermaksud untuk sosialisasi kepada masyarakat," ungkapnya.

Mengenai konsep, nantinya para peserta akan menggenakan pakaian Nusantara yang dimaksudkan agar pakaian Nusantara yang berbeda-beda tersebut bisa digunakan sebagai simbol yang mempersatukan bangsa Indonesia.

"Mau pakai pakaian adat manapun diperbolehkan. Kalau juga melihat bahwa Yogyakarta adalah miniatur Indonesia. Disini semua budaya, temen-temen di daerah kumpul di Yogyakarta. Kita ingin menunjukkan bahwa dengan adanya peserta lewat pakaian dan latar belakang yang berbeda-beda tetap persatuan diatas perbedaan itu yang akan dikedepankan," terangnya.

Hamdan berharap, dengan adanya deklarasi kampanye damai, dapat menciptakan pemilu yang damai dan bebas dari isu sara.

Selain itu, agar masyarakat juga bisa melihat siapa saja yang akan maju dalam pemilihan umum yang akan dilakukan pada 2019 mendatang.

"Kita harap apa yang diucapkan di deklarasi betul betul dilaksanakan secara konsisten dan bertanggungjawab oleh peserta. Yang terpenting parpol maupun caleg tidak menggunakan politik uang. Nantinya masyarakat ketika menemui hal-hal yang melanggar bisa menolak dan melaporkan," katanya (*)

Penulis: Siti Umaiyah
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved