Pendidikan

UJB Siapkan Lulusan Sarjana Teknik Hadapi Tantangan ke Depan

Fakultas Teknik UJB menggelar kuliah umum bertajuk 'Kebutuhan Sarjana Teknik Dalam Dunia Kerja' pada Rabu (19/9/2018).

UJB Siapkan Lulusan Sarjana Teknik Hadapi Tantangan ke Depan
TRIBUNJOGJA.COM / Noristera Pawetri
Fakultas Teknik Universitas Janabadra (UJB) menggelar kuliah umum bertajuk 'Kebutuhan Sarjana Teknik Dalam Dunia Kerja' pada Rabu (19/9/2018). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Noristera Pawestri

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Mengawali perkuliahan semester ganjil Tahun Akademik 2018/2019, Fakultas Teknik Universitas Janabadra (UJB) menggelar kuliah umum bertajuk 'Kebutuhan Sarjana Teknik Dalam Dunia Kerja' pada Rabu (19/9/2018).

Dekan Fakultas Teknik UJB, Titiek Widyasari menyampaikan, menghadapi tantangan era ke depan, menurut dia dibutuhkan hal-hal yang tidak hanya dari sisi formal tapi juga informal yang harus kompeten.

Baca: Universitas Janabadra Wisuda 196 Sarjana

Untuk itu, pihaknya mengundang narasumber stakeholder baik dari pemerintah maupun non-pemerintah untuk mengisi materi kuliah umum hari ini.

"Supaya bisa memberikan share pengalaman terkait di dunia kerja dengan kebutuhan sarjana teknik, apa saja yang masih dibutuhkan sebelum nantinya menjadi lulusan sarjana," ujar Titiek pada Tribunjogja.com.

Titiek melanjutkan, berdasarkan Data Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi, di Indonesia masih kekurangan Sarjana Teknik.

"Tentunya dengan sebutan sarjana milenial tadi yang dibutuhkan sarjana yang tidak hanya tahu teori tapi praktiknya dan kelengkapan sertifikasinya," lanjut dia.

Dari sisi keterserapan tenaga kerja dari lulusan sarjana teknik, terutama di DIY, Titiek menambahkan, alumni Program Studi Teknik Sipil UJB sudah banyak terserap ke beberapa instansi pemerintah mapupn swasta.

Sementara itu, pemateri pada kuliah umum hari ini, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral (PUP-ESDM) DIY, Muhammad Mansur menyampaikan, Data Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi hingga 2019 masih kekurangan 190.997 lulusan sarjana Teknik dan D3.

Ia menambahkan, tren kekurangan jumlah lulusan sarjana teknik akan terjadi setiap tahun sejak 2016 silam.

"Tahun 2016 kebutuhan tenaga kerja S1 Teknik sebanyak 34.981 dan D3 sebanyak 55.855, sementara ketersediaan S1 Teknik hanya 17.092 orang dan D3 sebanyak 5.046 orang," paparnya.

Data Kemenristek Dikti menyebutkan, tahun ini diprediksi kebutuhan S1 Teknik sebanyak 87.753  dan D3 sebanyak 144.086 orang, sementara ketersediaan jumlahnya begitu timpang, yakni untuk S1 sebamyak 19.454 dan D3 sebanyak 5.176 orang.

Baca: Alat Pembelah Durian Karya Mahasiswa Universitas Janabadra Bisa Bekerja dengan Dua Sistem

Sedangkan tahun 2019 dibutuhkan sekitar 190 ribu sarjana baik S1 dan D3, sementara ketersediaannya ada 20.635 untuk S1 dan D3 sebanyak 5.242 orang

"Untuk itu perlu ada pengalaman-pengalaman yang harus dikuasai," kata dia. (*)

Penulis: Noristera Pawestri
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved