Puluhan Penduduk Meninggal Akibat Wabah Kolera

Pasokan air yang minim, saluran pembuangan tersumbat, dan pengelolaan limbah yang buruk menjadikan wabah kolera di sana semakin parah.

Editor: iwanoganapriansyah
IST
Petugas merawat pasien akibat wabah kolera di ibukota Harare Zimbabwe. 

TRIBUNJOGJA.COM - Zimbabwe menyatakan keadaan darurat di ibu kotanya, Harare, setelah 20 penduduknya tewas akibat penyakit yang ditularkan lewat air dan sanitasi buruk, termasuk kolera.

Menteri Kesehatan Zimbabwe, Obadiah Moyo, menyatakan bahwa pasokan air yang minim, saluran pembuangan yang tersumbat dan pengelolaan limbah yang buruk menjadi faktor yang membuat wabah kolera di sana semakin parah.

"Jumlahnya semakin banyak setiap hari. Hingga kini, terdapat lebih dari 2.000 kasus penyakit, dengan total 20 kematian. Kami sedang mencari solusi atas masalah ini dan telah meminta bantuan dari mitra-mitra kami di PBB,” ucap Moyo.

Moyo menambahkan: “Kami menyatakan keadaan darurat di Harare. Ini akan memungkinkan kami mengendalikan kolera, tipus dan apapun yang sedang terjadi. Juga untuk mengatasi masalahnya secepat mungkin."

Sejumlah sekolah di wilayah terdampak kolera juga ditutup sementara setelah ada dua siswa yang meninggal dunia.

Salah satu wilayah yang mengalami kolera terparah adalah Budiriro. Warga setempat melaporkan bahwa mereka tidak bisa mendapatkan air bersih. Selain itu, limbah kotor juga membanjiri jalanan rumah mereka karena pipa pembuangan di sana rusak.

Sebelumnya, pada 2008, Zimbabwe pun pernah terserang wabah kolera. Itu berlangsung selama lebih dari satu tahun dan menewaskan sekitar 5.000 orang.

Wabah 2008 tersebut baru berhenti setelah kelompok internasional seperti PBB dan USAID menyumbangkan obat-obatan dan bahan kimia pengolah air. (Loretta Novelia Putri/VOA/NGI)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved