Yogyakarta

Organda DIY Sebut Taksi Argometer Pentingkan Pelayanan dan Tidak Kejar Tarif Murah

Organda DIY Sebut Taksi Argometer Pentingkan Pelayanan dan Tidak Kejar Tarif Murah

Organda DIY Sebut Taksi Argometer Pentingkan Pelayanan dan Tidak Kejar Tarif Murah
TRIBUNJOGJA/HENING WASISTO
Puluhan taksi berplat kuning berkumpul di depan pintu masuk Terminal Giwangan, Rabu (15/2/2017). 

TRIBUNJOGJA.COM - Organisasi angkutan darat (Organda) DIY berharap agar pelaksanaan aturan angkutan umum, utamanya taksi bisa dijalankan dengan fair. Hal ini karena kegiatan bisnis pun harus ada aturan yang melandasinya.

Hal ini dikemukakan oleh Ketua DPD Organda DIY, V. Hantoro untuk menanggapi pencabutan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) nomor 108 tahun 2017 oleh Mahkamah Agung (MA).

Dia menjelaskan, saat ini masyarakat perlu mendapatkan edukasi mengenai transportasi yang aman dan tidak sekedar mengejar tarif murah.

“Maka, harus ada perlindungan hukum dan pelayanan bukan mengejar murah. Orang sekarang hanya membeli murah saja, namun perlindungan lain tidak diperhatikan,” kata Hantoro kepada wartawan di kompleks Kepatihan, Selasa (18/9/2018).

Menurut Hantoro, keuntungan taksi online diperkirakan hanya berkisar antara 20 persen, sementara 80 persen tidak untung.

Baca: Driver Taksi Online Harap Segera Ada Payung Hukum Baru

Tidak murahnya tarif taksi argometer lantaran banyak hal yang diperhatikan. Di antaranya adalah aspek keselamatan dan juga penentuan harga bukan dari perusahaan namun dari Organda dan Pemerintah Daerah setempat.

“Namun, ada perlindungan untuk konsumen,” jelasnya. (tribunjogja)

Penulis: ais
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved