Sains

Strategi Politik Suku Maya Kuno Disebut Mirip Game of Thrones

Altar itu pun disebut telah melengkapi teka-teki yang berhubungan dengan politik kultur suku Maya.

Strategi Politik Suku Maya Kuno Disebut Mirip Game of Thrones
via Kompas.com
Prasasti berusia 1.500 tahun menunjukkan ukiran raja Maya, Chak Took Ichaak. 

Penemuan bukti-bukti ini menunjukkan bahwa dinasti Kaanul atau disebut juga Kerajaan Ular menggunakan strategi politik di La Corona untuk mengalahkan musuh terberatnya, Tikal, pada 562.

Kemudian dinasti itu menguasai dataran rendah suku Maya di tenggara Mesoamerika selama dua abad.

Prasasti altar mengungkapkan banyak hal tentang intrik politik Kerajaan Ular abad keenam di peradaban Maya.

Strategi Game of Thrones suku Maya

Strategi politik itu berdasarkan aliansi dengan kota-kota kecil di sekitar Tikal menjelang kemenangan akhir.

Tikal merupakan pusat kota peradaban Maya pra-Columbus yang ada di utara Guatemala.

Salah satunya dibuktikan dengan temuan rincian pernikahan antara seorang putri dari Kerajaan Ular dengan Raja La Corona.

"Altar ini menunjukkan sebagian sejarah Guatemala dan saya akan menyebut ini sebagai versi Game of Thrones dari suku Maya," kata Barrientos.

Altar itu pun disebut telah melengkapi teka-teki yang berhubungan dengan politik kultur suku Maya.

"Ini adalah karya seni berkualitas tinggi yang menunjukkan bahwa penguasa saling bersekutu untuk bersaing, dalam hal ini melawan Tikal," jelasnya.

Baca: Suku Maya Kuno Musnah Akibat Bencana Kekeringan yang Mematikan

Halaman
123
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved