Sleman

Sleman Masih Kekurangan 5000 PNS

Disinggung mengenai jumlah PNS yang dibutuhkan oleh Pemkab Sleman, Suyono menyebut bahwa jumlah tersebut mencapai ribuan.

Penulis: rid | Editor: Ari Nugroho
GRAFIS Tribunjogja.com | Suluh Pamungkas
CPNS 2018 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Meski telah membuka 628 formasi CPNS, Kabupaten Sleman terus mengajukan sejumlah formasi kepada Kemenpan RB.

Bukan tanpa alasan, hal itu karena di Kabupaten Sleman masih kekurangan 5000 Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Karenanya, guna menutupi jumlah tersebut, saat ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) terus mengoptimalkan kinerja PNS yang masih aktif.

Plt Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Sleman, Suyono mengatakan, bahwa dari formasi yang disediakan pihaknya memang didominasi Guru.

Menurutnya, untuk usulan terkait formasi Guru direncanakan lebih dari 500 formasi.

Baca: Pemkab Sleman Buka 628 Formasi CPNS, 2 Diantaranya Formasi Khusus

"Usulannya kemarin 1600 formasi, dan untuk Guru sekitar 800-900, paling banyak Guru SD. Tapi dapatnya sekitar 300an, karena jumlah formasinya kan dibagi dalam skala nasional," katanya, Senin (17/9/2018).

Disinggung mengenai jumlah PNS yang dibutuhkan oleh Pemkab Sleman, Suyono menyebut bahwa jumlah tersebut mencapai ribuan.

Karena itu, pihaknya terus berupaya untuk melalukan pengajuan terkait formasi CPNS ke Kemenpan RB.

"Kurangnya sekitar 5000 (PNS) sampai tahun ini, itu termasuk Guru. Tapi (Kabupaten Sleman) dapat 628 sudah termasuk banyak untuk di DIY," ucapnya.

Baca: Jelang Kampanye, Bawaslu Sleman Tingkatkan Pengawasan

Dikatakannya pula, untuk menutupi jumlah tersebut, saat ini pihaknya terus mengoptimalkan PNS yang masih aktif.

Meski diakuinya untuk beberapa profesi seperti Guru terpaksa masih menggunakan sistem honorer.

Selain itu, pihaknya juga masih memaksimalkan pekerja kontrak di lingkungan Pemkab Sleman.

"Kalau untuk yang kontrak ada, tapi terbatas seperti cleaning service dan petugas keamanan, selebihnya mengoptimalkan (PNS) yang ada dulu. Untuk kekurangan Guru, dengan merekrut Guru honorer menggunakan dana BOS," ucapnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved