Melacak Ibukota Mataram Kuno

Misteri Candi-candi yang Saling Membelakangi, Mungkinkah Ini Petunjuk Ibukota Mataram Kuno?

Peneliti Balai Arkeologi Yogyakarta, Baskoro Daru Tjahjono, mengantongi hipotesis menarik terkait letak salah satu ibukota Mataram Kuno.

Misteri Candi-candi yang Saling Membelakangi, Mungkinkah Ini Petunjuk Ibukota Mataram Kuno?
Repro
Peta menunjukkan kawasan Dusun Balongbayen di Purwomartani, Kalasan, Sleman, yang diduga kawasan ibukota Mataram Kuno berdasar hipotesa teori kosmogoni Hindu. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Peneliti Balai Arkeologi Yogyakarta, Baskoro Daru Tjahjono, mengantongi hipotesis menarik terkait letak salah satu ibukota Mataram Kuno.

Hipotesisnya menempatkan Candi Sambisari di barat daya dan Candi Kedulan di timur laut sebagai poros penting. Demikian pula poros Situs Bromonilan di barat laut dan Situs Dhari di tenggara Kalasan. 

Kedaton Itu Ada di Antara Poros Candi Sambisari-Candi Kedulan?

"Dua kompleks candi yang saling membelakangi itu kemungkinan adalah batas suatu permukiman karena di dalam kawasan itu ditemukan indikasi permukiman, yaitu banyaknya persebaran lumpang batu, lesung batu, dan pipisan," kata Baskoro.

Tim Balai Arkeologi Yogya Memulai Pelacakan Ibukota Mataram Kuno di Kalasan

Ia kini memimpin penelitian Balai Arkeologi Yogyakarta di Dusun Balongbayen, Purwomartani, Kalasan, Sleman.

Tim peneliti Balai Arkeologi Yogyakarta memulai test pit, atau uji penggalian diduga situs kuno Mataram di Dusun Balongbayen, Purwomartani, Kalasan, Sleman.
Tim peneliti Balai Arkeologi Yogyakarta memulai test pit, atau uji penggalian diduga situs kuno Mataram di Dusun Balongbayen, Purwomartani, Kalasan, Sleman. (TRIBUNJOGJA.com | Setya Krisna Sumargo)

Baskoro menyatakan, hipotesis itu perlu pembuktian lewat penelitian lapangan.

Teknik survei geolistrik dan georadar diperlukan untuk pemetaan bawah tanah.

Wilayah Mataram Kuno Punya Riwayat Panjang Kebencanaan

Berdasar keletakan Candi Sambisari dan Candi Kedulan, yang sama-sama terkubur sedalam 6-9 meter di bawah permukaan tanah sekarang, maka area luas itu praktis level kunonya ada di bawah permukaan tanah. 

"Tes geolistrik dan georadar diperlukan untuk memetakan jejak di bawah permukaan tanah," kata Baskoro.

Dari hasil survei bawah permukaan itu nanti akan ditentukan di titik mana penelitian atau ekskavasi akan difokuskan. 

Bebatuan Purbakala Diduga Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno Ditemukan di Lereng Merapi

Menjelaskan dasar hipotesisnya yang dikaitkan dengan teori kosmogoni, Baskoro menyebutkan ihwal Jambudwipa sebagai pusat pusat alam semesta.

Tim peneliti Balai Arkeologi Yogyakarta memulai test pit, atau uji penggalian diduga situs kuno Mataram di Dusun Balongbayen, Purwomartani, Kalasan, Sleman.
Tim peneliti Balai Arkeologi Yogyakarta memulai test pit, atau uji penggalian diduga situs kuno Mataram di Dusun Balongbayen, Purwomartani, Kalasan, Sleman. (TRIBUNJOGJA.com | Setya Krisna Sumargo)
Halaman
1234
Penulis: xna
Editor: mon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved