Yogyakarta

Kenang Perjuangan Pahlawan, Starbucks Ajak Anak-anak Tour ke Museum Vredeburg

Menggunakan 15 becak, puluhan anak-anak dan pembimbing dari Starbucks ini berjalan beriringan menuju Museum Benteng Vredeburg.

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Starbucks ajak puluhan anak-anak dari sekolah dasar negeri Ngabean berkunjung ke museum benteng Vredeburg, Sabtu (15/9/2018). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ahmad Syarifudin

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA- Mengenang perjuangan para pahlawan, Starbucks Yogyakarta mengadakan tour ke Museum Benteng Vredeburg bersama puluhan anak-anak sekolah, Sabtu (15/9/2018) siang.

Puluhan anak-anak ini datang dari Sekolah Dasar Negeri (SDN) Ngabean.

Uniknya, kedatangan mereka dari sekolah menuju ke Museum Vredeburg bukan menggunakan transportasi bus.

Baca: Starbucks Buka Kedai Bahasa Isyarat Untuk Pelanggan Tunarungu

Mereka datang menggunakan becak.

"Kita sengaja jemput anak-anak ini dari sekolah pakai becak ke museum. Kenapa pakai becak, karena jaraknya dekat dan kita ingin tingkatkan kebudayaan lokal Yogyakarta," tutur Manager Starbuck Malioboro 41 Yogya, Lupita Mayangsari Putri, kepada Tribunjogja.com.

Menggunakan 15 becak, puluhan anak-anak dan pembimbing dari Starbucks ini berjalan beriringan menuju Museum Benteng Vredeburg.

Lupita menjelaskan, acara bertema Ayok ke museum ini merupakan program tahunan yang dilaksanakan oleh Starbucks.

Program ini merupakan bagian dari Corporate Social Responsibility (CSR).

"Setiap bulan sebenarnya kita ada CSR. Tapi program ayok ke museum ini setahun sekali. Dan hari ini kita lakukan serentak di tiga kota besar di Indonesia. Yakni Jogja, Denpasar dan Makassar," terang dia.

Ada banyak kegiatan yang dilakukan Starbucks bersama 25 anak dari SDN Ngabean ini.

Kegiatan tersebut mencakup tour edukasi, mengenalkan sejarah dan perjuangan dari tokoh-tokoh pahlawan yang ada di Museum Vredeburg.

Di sela-sela kegiatan, ada juga game sebagai hiburan supaya tidak bosan dan terakhir pembagian doorprize.

"Tujuan kita mengajak ke museum, kami ingin memberikan anak-anak ini hiburan yang bermanfaat. Harapannya, supaya mereka lebih mengerti dan mengenal perjuangan pahlawan dan tentu akan lebih dekat dengan museum," tuturnya.

Lupita menilai selama ini banyak sekali anak-anak sekolah yang sudah jarang berkunjung museum.

Ketika libur dan akhir pekan, mereka lebih suka pergi ke mall ataupun pusat perbelanjaan.

Baca: Starbucks Seluruh Dunia Tak Akan Lagi Gunakan Sedotan Plastik

Oleh sebab itu, melalui program 'Ayok ke Museum', Lupita mengaku ingin menghidupkan lagi museum sebagai tempat rekreasi keluarga yang nyaman dan menyenangkan.

"Museum sekarang ini mulai ditinggalkan. Melalui 'Ayok ke 'Museum', kita ingin menghidupkan kembali museum. Supaya anak-anak itu tahu, bahwa pergi ke museum itu keren," ujarnya.

"Harapan kita, melalui program ini supaya anak-anak lebih senang dan nyaman ke museum daripada ke mall. Weekend dari pada ke mall lebih baik ayok ke museum," pungkas dia. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved