Travel

Jadwal Atraksi Interaksi Satwa dan Harga Tiket Kebun Kebun Binatang Gembira Loka Yogyakarta

Gembira Loka merenovasi beberapa objek wisatanya dan menambah satwa baru yang tak biasa ad di Yogyakarta.

Jadwal Atraksi Interaksi Satwa dan Harga Tiket Kebun Kebun Binatang Gembira Loka Yogyakarta
Tribun Jogja/ Pandji Purnandaru
Gembira Loka Zoo 

Setiap hari :

Feeding time Simpanse dimulai pukul 10.30 WIB

Feeding time Arapaima dimulai pukul 11.00 WIB

Feeding time Ular dimulai pukul 11.30 WIB

Feeding time Burung Pecuk hitam, pukul 10.00 WIB dan 13.00 WIB

Setiap Hari Minggu/Hari libur Nasional :

Feeding time Harimau dimulai pukul 12.00 WIB

Setiap Hari Minggu/Hari libur Nasional :

Atraksi Gajah dimulai pukul 10.00 WIB

Harga Tiket Masuk

Untuk memasuki wisata Kebun Binatang Gembira Loka pengunjung akan dipungut biaya Rp25 ribu per orang pada weekdays dan Rp 30 ribu per orang pada weekend.

Terdapat diskon untuk rombongan minimal 25 orang dengan membawa surat dari instansi terkait.

Sejarah Gembira Loka Yogyakarta

Ide awal pembangunan Kebun Raya dan Kebun Binatang Gembira Loka berasal dari keinginan Sri Sultan Hamengku Buwono VIII pada tahun 1933 akan sebuah tempat hiburan, yang di kemudian hari dinamakan Kebun Rojo.

Ide tersebut direalisasikan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX dengan bantuan Ir. Karsten, seorang arsitekberkebangsaan Belanda.

Ir. Karsten kemudian memilih lokasi disebelah barat sungai Winongo, karena dianggap sebagai tempat paling ideal untuk pembangunan Kebun Rojo tersebut.

Namun akibat dampak Perang Dunia II dan juga pendudukan oleh Jepang, pembangunan Kebun Rojo terhenti.

Pada saat proses pemindahan ibukota negara dari Yogyakarta kembali ke Jakarta di tahun 1949 setelah selesainya Perang Dunia II, tercetus lagi sebuah ide untuk memberikan kenang-kenangan kepada masyarakat Yogyakarta berupa sebuah tempat hiburan dari pemerintah pusat yang dipelopori oleh Januismadi dan Hadi, SH.

Ide tersebut mendapat sambutan hangat dari masyarakat Yogyakarta, akan tetapi realisasinya masih belum dirasakan oleh masyarakat.

Hingga di tahun 1953, dengan berdirinya Yayasan Gembira Loka Yogyakarta (sesuai akta notaris RM. Wiranto No. 11 tanggal 10 September 1953) yang diketuai oleh Sri Paduka KGPAA Paku Alam VIII, maka pembangunan Kebun Rojo yang tertunda baru benar-benar dapat direalisasikan.

Selang beberapa tahun kemudian, tepatnya 1959, KGPAA Paku Alam VIII menunjuk Tirtowinoto untuk melanjutkan pembangunan Gembira Loka.

Dipilihnya Tirtowinoto karena yang bersangkutan dinilai memiliki kecintaan terhadap alam dan minat yang besar terhadap perkembangan Gembira Loka.

Ternyata sumbangsih Tirtowinoto yang tidak sedikit, baik dalam hal pemikiran maupun material, terbukti mampu membawa kemajuan yang pesat bagi Gembira Loka.

Puncaknya di tahun 1978, ketika koleksi satwa yang dimiliki semakin lengkap, sehingga pengunjung Gembira Loka semakin meningkat. (*)

Penulis: Hanin Fitria
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved