Sleman

Kelompok Penambang Progo Diizinkan Pakai Mesin Pompa Mekanik

Sesuai dengan PP Minerba Nomor 23 Tahun 2010, alat pompa mekanik di bawah 25pk boleh digunakan untuk membantu penambang rakyat.

Penulis: Siti Umaiyah | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Wahyu Setiawan
Kelompok Penambang Pasir melakukan unjuk rasa di Kantor Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) menuntut pemberlakuan PP 23 Tahun 2010 tentang penggunaan mesin mekanik dibawah 25pk untuk digunakan penambang rakyat, Senin (10/9/2018). 

TRIBUNJOGJA.COM – Perjuangan KPP (Kelompok Penambang Progo) agar dapat menggunakan mesin pompa mekanik sesuai dengan PP Minerba Nomor 23 Tahun 2010 akhirnya membuahkan hasil.

Pihak Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) akhirnya menyetujui permohonan tersebut.

Baca: Tuntutan Dikabulkan, Kelompok Penambang Progo Tinggalkan BBWSSO

Yunianto, Ketua KPP mengungkapkan jika selama ini BBWSSO tidak kunjung mengeluarkan rekomendasi penggunaan mesin mekanik di bawah 25pk, padahal dari empat dinas yang melayani izin terkait regulasi tersebut sudah memberikan izin.

Dia mengatakan, sesuai dengan PP Minerba Nomor 23 Tahun 2010, alat pompa mekanik di bawah 25pk boleh digunakan untuk membantu penambang rakyat.

 “Sesuai dengan PP Minerba Nomor 23 Tahun 2010, alat pompa mekanik boleh digunakan untuk menambang. Namun, terkait regulasi di BBWSSO kami tidak diberikan rekomendasi. Ini mengebiri kami,” terangnya pada Tribunjogja.com.

Yunianto menyebutkan, jika selama ini dalam melakukan aktifitas penambangan, para penambang kecil ini menggunakan dua cara.

Yakni secara manual ketika medan dirasa mudah, dan menggunakan mesin pompa mekanik di bawah 25pk ketika medan sulit.

Namun, untuk mengajukan ijin penggunaan mesin pompa mekanik di bawah 25pk tersebut tidak kunjung direkomendasikan BBWSSO, dan para penambang kecil dianggap sebagai penambang ilegal.

Menurutnya, alasan BBWSSO tidak memberikan izin penggunakan mesin tersebut dikarenakan untuk normalisasi sungai.

Namun, dalam kenyataannya BBWSSO malah memberikan izin penggunaan  mesin yang lebih besar kepada perusahaan-perusahaan bermodal besar.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved