Nasional

Bimbingan Teknis WBTb Digelar dalam Rangkaian Kegiatan World Heritage Camp Indonesia

Kegiatan ini diikuti sebanyak 45 orang mahasiswa dari berbagai daerah, yang mana sebelumnya mereka telah mengikuti tahapan seleksi.

Bimbingan Teknis WBTb Digelar dalam Rangkaian Kegiatan World Heritage Camp Indonesia
IST
Narasumber sedang mengarahkan para peserta dalam bimtek pembuatan wayang suket dalam rangkaian kegiatan World Heritage Camp Indonesia (WHCI) yang dilaksanakan oleh Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI, Sabtu (8/9/2018) di Omah Kecebong, Mlati, Sleman. 

Laporan Calon Reporter Tribun Jogja, Yosef Leon Pinsker

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Rangkaian kegiatan dari World Heritage Camp Indonesia (WHCI) yang  dilaksanakan oleh Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI, yang diadakan di Omah Kecebong, Mlati, Sleman, memasuki hari keduanya pada Sabtu (8/9/2018).

Berlangsung selama dua hari (7-8 September), kegiatan ini diikuti sebanyak 45 orang mahasiswa dari berbagai daerah, yang mana sebelumnya mereka telah mengikuti tahapan seleksi.

Delapan diantaranya berasal dari Malaysia, Vietnam, Laos, Philipina, Thailand, kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan kepada para peserta tentang Warisan Budaya (benda dan takbenda) Indonesia, khususnya di DIY.

Baca: Misi Kenalkan Warisan Budaya Nusantara Lewat Kaos Lukis Batik

Salah seorang narasumber yang juga merupakan Tim Ahli Warisan Budaya Tak Benda Kemendikbud, Argo Twikromo menjelaskan bahwa, melalui program ini generasi muda memiliki kesempatan untuk menyuarakan perhatiannya serta ikut terlibat dalam pellindungan warisan budaya dan alam.

"Program ini mendorong anak muda menjadi pengambil keputusan untuk upaya pelestarian terhadap ancaman terus menerus yang terjadi pada warisan dunia," ujarnya.

Argo menambahkan, warisan budaya kita tidak dapat dipisahkan antara warisan budaya benda dan warisan budaya takbendanya. Salah satu bentuk warisan budaya takbenda adalah Batik.

"Dalam selembar kain batik mengandung makna filisofi yang adiluhung, terkandung doa bagi si pemakainya, tetapi batik juga bisa hanya menjadi selembar kain yang tanpa makna tergantung bagaimana sipengguna memaknainya," paparnya.

Baca: Sumbu Filosofi Yogyakarta Diyakini Layak Menjadi Warisan Budaya Dunia

Batik Indonesia pada tahun 2009 sudah ditetapkan oleh UNESCO sebagai bagian dari Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Dunia.

Batik sebagai warisan budaya takbenda ini perlu dipahami bahwa bukan hanya hal-hal yang bersifat bendawi saja, melainkan dituntut untuk memahami batik lebih dalam terutama pada tata nilai instrinsik batik yang sangat berharga.

Halaman
12
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved