Kota Yogyakarta

Hindari Kelangkaan Gas Melon, Pangkalan Gas Ini Utamakan Penjualan ke Warga Sekitar

Deki menyebutkan, sejauh ini pasokan ditempatnya masih terkendali dan harga juga masih stabil.

Hindari Kelangkaan Gas Melon, Pangkalan Gas Ini Utamakan Penjualan ke Warga Sekitar
IST
Pangkalan gas di kampung Ledok Tukangan, Danurejan, Yogyakarta, Kamis (6/9/2018) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA – Untuk menghindari kelangkaan gas bagi warga, pemilik pangkalan gas di kampung Ledok Tukangan, Danurejan, Yogyakarta memilih untuk mendahulukan menjual gas ke warga sekitar ketimbang kepada pengecer.

Deki Bagus (39), pemilik pangkalan Bright Gas menyebutkan jika dalam keseharian dirinya lebih memilih untuk mendahulukan pembelian dalam jumlah bijian yang diambil oleh warga sekitar ketimbang dibeli oleh pengecer.

Deki menyebutkan, sejauh ini pasokan ditempatnya masih terkendali dan harga juga masih stabil.

Baca: Stok Gas Melon di Kota Yogya Aman

“Kalau disini harga masih seperti biasanya Rp. 15.5000. Kalau langka enggak, tapi disini kita memang peruntukan kepada warga sekitar terlebih dahulu. Pengecer baru boleh ambil di sore hari,” terangnya.

Dia mengungkapkan, kelangkaan gas dibeberapa wilayah bisa dikarenakan banyaknya hajatan dan adanya warga yang mampu namun masih membeli gas berukuran 3 kilogram.

Baca: Gas Melon Langka, Ketua Hiswana Migas: Masih Banyak Restoran yang Gunakan Gas 3 Kg

“Ya itu, orang-orang mampu yang masih menggunakan gas bersubsidi. Itukan menyalahi aturan. Yang mana seharusnya gas tersebut diperuntukan kepada warga yang kurang membutuhkan,” katanya.

Dalam satu hari, Deki menyebutkan jika pangkalan gasnya bisa menjual sampai 100 tabung gas berukuran 3 kilogram. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Siti Umaiyah
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved