Sleman

Gelar Sidak, Disperindag Sleman dan Pertamina Temukan Pelaku Usaha yang Gunakan Gas Bersubsidi

Dari hasil sidak di salah satu rumah makan daerah Patran, Banyuraden, Gamping, Sleman pihaknya mendapati belasan gas elpiji bersubsidi

Gelar Sidak, Disperindag Sleman dan Pertamina Temukan Pelaku Usaha yang Gunakan Gas Bersubsidi
IST
Suasana sidak yang dilakukan oleh Disperindag Kabupaten Sleman dan Pertamina terkait masih adanya pelaku usaha besar yang menggunakan gas bersubsidi dalam menjalankan usahanya. Tampak tim sidak tengah menempel stiker sebagai tanda Rumah Makan ini melanggar Permen ESDM karena menggunakan gas bersubsidi. Kamis (6/9/2018). 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Belum sesuainya peruntukkan gas bersubsidi, dalam hal ini gas LPG (elpiji)  3 kilogram (Kg) di kalangan masyarakat Sleman ternyata dipicu adanya pelaku usaha besar yang masih menggunakan gas bersubsidi.

Karenanya, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sleman bersama Pertamina melakukan sidak ke beberapa tempat usaha makro di Kabupaten Sleman.

Dari hasil sidak didapati masih ada pelaku usaha besar yang dalam sehari menghabiskan belasan gas elpiji 3 kilogram dalam menjalankan usahanya.

Merujuk Pasal 20 ayat 2 Peraturan Menteri (Permen) ESDM nomor 26 Tahun 2009 yang menyebut bahwa gas elpiji bersubsidi 3 Kg hanya diperuntukkan untuk kalangan rumah tangga dan pelaku usaha mikro.

Karenanya, pelaku usaha tersebut mendapat sanksi untuk langsung menukar gas LPG 3 Kg dengan gas LPG 5,5 Kg oleh pihak Pertamina.

Baca: Gas Melon Langka di Beberapa Tempat di Bantul

Kasubag Ketahanan Ekonomi Disperindag Kabupaten Sleman, Joko Mulyanto mengatakan, sidak yang dilakukan pihaknya bersama pihak Pertamina guna menindaklanjuti laporan dari masyarakat terkait adanya kelangkaan gas LPG 3 Kg.

Dikatakannya pula, mendapat laporan itu pihaknya melakukan penelusuran berdasarkan data para pelaku usaha makro di wilayah Sleman.

"Banyak yang tanya kok langka, dan setelah ditelusuri ternyata ada penyalahgunaan. Karena itu dilakukan sidak ini, dan akhirnya jadi tahu kalau ada pelaku usaha diluar kelompok mikro menggunakan gas elpiji bersubsidi (Gas melon)," katanya, Kamis (6/9/2018).

Dari hasil sidak di salah satu rumah makan daerah Patran, Banyuraden, Gamping, Sleman pihaknya mendapati belasan gas elpiji bersubsidi dan satu gas elpiji 12 Kg digunakan oleh rumah makan tersebut.

Karena melanggar peraturan, maka pihaknya meminta pengelola rumah makan tersebut untuk mengganti belasan gas LPG bersubsidi itu dengan gas elpiji 5,5 Kg.

Halaman
123
Penulis: rid
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved