Bisnis

Bekraf Siapkan Para Barista Tersertifikasi untuk Populerkan Kopi

Badan Kreatif Nasional (Bekraf) tengah gencar memperkenalkan kopi nasional di dunia internasional.

Penulis: Victor Mahrizal | Editor: Ari Nugroho
IST
Direktur Edukasi Bekraf Poppy Savitri memberikan sovernir kepada Kepala Dinas Pariwisata DIY pada pembukaan Pelatihan Barista di The 1O1 Hotel Yogyakarta, Kamis (6/9/2018). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Victor Mahrizal

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Badan Kreatif Nasional (Bekraf) tengah gencar memperkenalkan kopi nasional di dunia internasional.

Salah satu cara untuk memberi nilai tambah secara ekonomis adalah dengan meningkatkan kualitas para peracik kopi (Barista) di Indonesia melalui Pelatihan.

Direktur Edukasi Bekraf Poppy Savitri mengatakan peningkatan kualitas para barista, secara tidak langsung turut mengenalkan kopi nasional di dunia.

Dengan para barista yang mumpuni, harapannya barista Indonesia mampu menunjukkan kreatifitasnya dan  tidak kalah bersaing dengan barista mancanegara.

Baca: Bekraf Gelar Business Matching di Yogyakarta

“Kami udah tujuh kali menggelar pelatihan barista di seluruh Indonesia. Di Jateng-DIY ada 50 dari 200 barista yang mendaftar. Mereka adalah orang-orang yang selama ini bergelut di dunia kopi dan akan belajar seluk beluk soal kopi,” kata Poppy di sela pelatihan yang berlangsung di Hotel 1O1 Yogyakarta, Kamis (06/09/2018).

Para barista selanjutnya akan disertifikasi oleh Bekraf karena telah mengikuti seleksi sebelum mengikuti pelatihan ini. Termasuk standarisasi dalam meracik kopi

Poppy menambahkan selain meningkatkan kompetensi para barista, Bekraf juga bakal memberi nilai tambah terhadap komoditas kopi nasional melalui identitas geografis.

Identitas ini tertera di kemasan produk kopi yang dilengkapi dengan cerita asal kopi tersebut.

Bahkan, mendapat legalitas dari Kementerian Hukum dan HAM.

Melalui kebijakan ini masyarakat luas bisa mendapatkan informasi mengenai sejarah dan keaslian kopi yang diminum.

"Selama ini, kopi yang berasal dari Lampung sering disebut Kopi Lampung. Padahal, kopi tersebut berasal dari Banyuwangi. Begitu juga kalau dari Sumatera Utara sering dikatakan Kopi Sidikalang. Padahal bisa saja dari daerah lain. Melalui identitas geografis ini, keaslian kopi bisa dijamin dan peminumnya bisa menadapatkan cerita-cerita menarik tentang kopi itu," tandasnya.

Baca: Pemilik Omah Kopi Menoreh Ignatius Prasetyadi: Lulus Kuliah Jadilah Pengusaha

Ketua Pembina Masyarakat Kopi Indonesia, Edy Panggaben memberi apresiasi terhadap Bekraf yang menggelar kegiatan tersebut dan berupaya memperkenalkan kopi nusantara.

Saat ini saja ada 350 jenis kopi dari seluruh Indonesia namun tidak dikenal di 70 negara penghasil kopi dunia.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved