PSIM Yogyakarta
Bermain Tanpa Suporter, PSIM Ditahan Imbang PSBS
Laskar Mataram terlihat kesulitan menembus sepertiga akhir pertahanan Laskar Napi Bongkar yang tampil disiplin.
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM - PSIM Yogyakarta gagal memberi kado istimewa untuk para suporternya, di hari ulang tahun yang ke 89, setelah ditahan imbang 1-1 oleh PSBS Biak, dalam lanjutan Liga 2 2018, di Stadion Sultan Agung, Bantul, Rabu (5/9/2018).
Meski bermain di kandang, PSIM harus bermain tanpa penonton, karena alasan keamanan dari pihak kepolisian.
Satu-satunya gol Laskar Mataram dalam laga ini, dicetak Ismail Haris.
Baca: Manajemen PSIM Yogyakarta Berharap Ulang Tahun sebagai Momentum Kebangkitan
Sementara gol PSBS dilesakkan Bayu Tri Sanjaya.
Kebuntuan PSIM sejatinya sudah tampak sejak awal.
Dari pantauan Tribunjogja.com, Laskar Mataram terlihat kesulitan menembus sepertiga akhir pertahanan Laskar Napi Bongkar yang tampil disiplin.
PSBS sendiri bermain lebih dalam, sembari menunggu momentum serangan balik.
Hasilnya pun tampak saat pertandingan baru berusia dua menit.
Counter attack yang dibangun PSBS mulai menebar ancaman.
Beruntung, sepakan keras yang dilepaskan Mario Albertho Aibekop berhasil digagalkan penjaga gawang PSIM, Ivan Febrianto.
Meski mendominasi penguasaan bola, PSIM baru bisa menciptakan peluang pertamanya pada menit 31.
Kerjasama apik antara Hendika Arga dan Ismail Haris, membuat lini belakang PSBS kelabakan.
Sayang, sepakan sang kapten masih melebar tipis.
Petaka untuk tuan rumah datang delapan menit berselang.
Bermula dari skema set piece yang berujung umpan silang mendatar ke mulut gawang, Bayu Tri Sanjaya yang bergerak bebas, tanpa kesulitan mencocor bola, sekaligus menggetarkan jala PSIM.
Tertinggal satu gol, anak asuh Bona Simanjuntak berusaha meningkatkan intensitas serangan.
Namun, meski beberapa peluang tercipta, hingga turun minum, keunggulan satu gol tim tamu tetap tak berubah.
Memasuki babak ke dua, Laskar Mataram langsung menggebrak.
Alhasil, pada menit 55, PSIM mampu menyamakan kedudukan.
Sundulan Ismail Harus berhasil memecah kebuntuan, memanfaatkan umpan silang yang dilepaskan Hendrico.
Dua menit kemudian, PSIM sejatinya berpeluang besar membalikkan keadaan, setelah wasit memberi hadiah penalty, akibat handsball seorang pemain belakang PSBS di kotak terlarang.
Namun, sangat disayangkan, eksekusi Hendika Arga hanya menerpa tiang.
Jelang berkahirnya laga, PSBS dipaksa bermain 10 orang.
Baca: PSIM Yogyakarta Gagal Berikan Kado Ultah, Brajamusti : Kita Berharap Prestasi Signifikan
Kiper Laskar Napi Bongkar, Yusak Samuel diganjar kartu merah oleh sang pengadil, setelah melakukan pelanggaran keras terhadap striker pengganti PSIM, Hasan Basri di mulut kota penalty.
Akan tetapi, keunggulan jumlah pemain di lima menit masa injury time, gagal dimanfaatkan dengan baik oleh tuan rumah.
Praktis, hingga wasit meniupakan peluti panjang tanda berakhirnya pertandingan, skor imbang 1-1 tetap tak berubah. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/tanpa-dukungan-suporter-pelatih-psim-sangat-berpengaruh-pada-mental-tim_20180905_182747.jpg)