Bisnis

Fransiska Romana Miranti Jaring Konsumen Fashion dari Mall ke Mall

Mira juga tidak pernah berhenti untuk selalu memunculkan model-model yang baru hits

Penulis: Victor Mahrizal | Editor: Ari Nugroho
Dok Pri
Fransiska Romana Miranti 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Victor Mahrizal

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Bisnis butik tidak hanya dilakukan dengan membuka toko, seperti bisnis butik yang dijalankan oleh Fransiska Romana Miranti.

Ia memulai bisnisnya di tahun 2015 melalui door to door, kini ia mulai berani menjaring konsumen melalui pameran dari Mall ke Mall.

“Awalnya ikut pameran di Mall pada bulan Februari 2018 karena diajak seorang rekan untuk join. Tak disangka selama dua minggu pameran omzetnya meningkat drastis,” kata Mira kepada Tribun Jogja, Senin (3/9/2018).

Baca: Novan Pilih Butik untuk Pamerkan Karya Terbarunya

Melihat potensi tersebut, Mira mulai berani mengikuti pameran di mall secara mandiri untuk menjaring konsumennya.

Hampir semua pameran fashion di Mall besar di Kota Yogyakarta pernah ia ikuti dan hasilnya dikatakannya tidak pernah mengecewakan.

“Meski biaya pameran lebih mahal dari sewa toko atau ruko, tapi saya selalu mendapatkan hasil yang positif. Makanya setiap ada bukaan pameran di Mall tidak pernah saya sia-siakan,” kata Mira.

Untuk strategi pemasaran, Mira mengaku juga tidak pernah melupakan online.

Menurutnya pemasaran online mempunyai proporsi yang sangat signifikan.

Oleh karena itu Mira juga rajin memposting foto maupun video produk-produk terbarunya di Instagram: MIRA_MM_Collection.

Baca: Dekranasda DIY : Penjualan Batik Printing dan Tulis Harus Dipisahkan

“Kalau lagi tidak ada pameran saya push penjualan online. Untuk butik saya proporsi konsumennya 55% offline 45% online. Online saya jual lebih murah dan free ongkir untuk wilayah Jogja,” ujarnya.

Selain dari strategi pemasaran untuk menjaga minat konsumennya.

Mira juga tidak pernah berhenti untuk selalu memunculkan model-model yang baru hits, namun selalu dengan warna, model atau potongan yang tidak sama persis alias Limited Edition.

“Butik saya all for ladies. Saya paham cewek yang tidak pernah suka kalau bajunya ada yang menyamai atau kembaran,” ujarnya.

Mira juga konsisten untuk selalu upload model baru pada jam berapapun agar selalu update sehingga pelanggan di online tidak bosan hanya melihat model yang itu itu saja.

Harga yang ia tawarkan pun bervariasi mulai dari Rp150 ribu hingga Rp1,5 juta.

“Yang terakhir kalau model baju import yang harga mahal biasa saya share foto dulu, saya list pesanan, baru saya ambilkan. Jadi saya juga tidak resiko menahan barang mahal terlalu lama,” kata Mira.(tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved