Kulonprogo

Dropping Air ke Nyemani Terkendala Medan Terjal

Di sisi lain, upaya pendistribusian bantuan air bersih ke lokasi tersebut terganjal beratnya medan.

Dropping Air ke Nyemani Terkendala Medan Terjal
tribunjogja/yosephhary
Ilustrasi dropping air 

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Warga Pedukuhan Nyemani, Desa Sidoharjo, Kecamatan Samigaluh berharap segera ada bantuan air bersih untuk mengatasi kekeringan yang terjadi sejak beberapa bulan belakangan.

Di sisi lain, upaya pendistribusian bantuan air bersih ke lokasi tersebut terganjal beratnya medan.

Sidoharjo bersama lima desa lainnya di Samigaluh memang termasuk wilayah yang mengalami kekeringan pada musim kemarau ini.

Warganya semakin sulit mendapatkan air bersih dari sumber-sumber alam yang jadi andalan selama ini. 

Demikian juga air sungai juga semakin surut dan tidak mencukupi lagi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Ini sudah terjadi empat bulan belakangan. Jatah dropping air hanya dua minggu sekali,"kata Dukuh Nyemani, Desa Sidoharjo, Wiganto, Senin (3/9/2018).

Baca: BPBD Sleman : Kami Dropping Air 2 Kali Seminggu ke Prambanan

Dia berharap bantuan air bersih bisa didistribusikan lebih cepat mengingat banyak warga yang kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan keseharian.

Di satu pedukuhan terdapat ratusan kepala keluarga yang turut terdampak. 

Koordinator Dropping Bantuan Air, Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kulonprogo, Ibnu Wibowo mengakui terjalnya medan untuk akses pendistribusian air bersih ke Nyemani cukup sulit.

Tak sembarang sopir armada truk tangki yang bisa melalui tanjakan berkelok menuju pedukuhan tersebut.

Halaman
12
Penulis: ing
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved