Sleman

Dari 35 EWS di Sleman, 10 Diantaranya Tidak Berfungsi Maksimal

Kasie Mitigasi Bencana BPBD Sleman, Joko Lelono mengakui bahwa memang ada beberapa EWS yang tidak berfungsi secara maksimal.

Dari 35 EWS di Sleman, 10 Diantaranya Tidak Berfungsi Maksimal
Tribun Jogja/Singgih Wahyu
Ilustrasi: Petugas BPBD Kulonprogo melakukan pengecekan terhadap unit early warning system (EWS) tsunami di beberapa titik sepanjang pesisir Kulonprogo. Dua di antaranya diketahui mengalami kerusakan fungsional. 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman terus berupaya untuk meningkatkan langkah mitigasi bencana.

Salah satunya dengan mengoptimalkan early warning system (EWS) sebagai upaya mitigasi bencana.

Namun, 10 dari 35 EWS yang terpasang tidak berfungsi secara maksimal.

Kendati demikian, pihaknya mengaku beberapa diantaranya telah diperbaiki berfungsi kembali.

Kasie Mitigasi Bencana BPBD Sleman, Joko Lelono mengakui bahwa memang ada beberapa EWS yang tidak berfungsi secara maksimal.

Diakuinya pula, bahwa dari pengecekan pihaknya, hanya ada 20 EWS yang berfungsi secara normal.

Baca: Early Warning System di DIY Masih Lemah

Lanjutnya, ke-35 EWS yang terpasang di Kabupaten Sleman berasal dari pengadaan yang dilakukan berbagai sumber.

"Kita punya 20 EWS yang diuji coba berfungsi semuanya. Kalau dari 35 itu ada 10 yang sirinenya tidak berbunyi," katanya, Senin (3/9/2018).

Lebih lanjut, 10 EWS yang tidak berfungsi tersebut dikarenakan faktor cuaca dan faktor teknis.

Mengingat beberapa EWS yang terpasang kerap tidak digunakan.

Halaman
12
Penulis: rid
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved