Bisnis

Literasi Asuransi Masyarakat Yogyakarta Masih Rendah

Inisiatif edukasi melalui hal-hal menarik dan sesuai dengan era digital saat ini nampaknya perlu diaplikasikan.

Literasi Asuransi Masyarakat Yogyakarta Masih Rendah
istimewa
Untung Nugroho, Kepala OJK DIY 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Wahyu Setiawan Nugroho

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Minat baca di Indonesia terutama di Yogyakarta rupanya memang masih perlu untuk terus didorong.

Hal ini dibuktikan dengan tingkat kepedulian literasi khususnya soal keuangan dan asuransi yang masih rendah.

Baca: Dewan Usulkan Pemkab Gunungkidul Gandeng Asuransi untuk Kelola Perparkiran

Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) DIY, Untung Nugroho dalam kesempatan beberapa waktu yang lalu.

"Saat ini tingkat literasi jasa keuangan masih cukup rendah di DIY saja literasi asuransi masih 11 persen," kata Untung dalam sambutan pembukaan sebuah kantor jasa asuransi di Kota Yogyakarta beberapa waktu lalu.

Untung mengatakan, hal tersebut rupanya perlu didorong oleh segala sektor, baik pemerintah, pelaku usaha maupun lembaga masyarakat.

Inisiatif edukasi melalui hal-hal menarik dan sesuai dengan era digital saat ini nampaknya perlu diaplikasikan.

"Tentu dengan model pemasaran jasa keuangan asuransi dengan pendekatan digital untuk menyasar kaum milenial penting dilakukan agar pemahaman mengenai asuransi masyarakat meningkat khususnya bagi anak muda yang erat dengan dunia digital," lanjut Untung.

Pihaknya berharap, para pelaku jasa asuransi pun untuk terus berlomba-lomba memberikan layanan terbaiknya bagi masyarakat agar mulai memiliki kesadaran untuk berasuransi khususnya asuransi jiwa.

"Semakin banyak layanan yang diberikan, maka semakin banyak pula masyarakat ingin berasuransi maka tugas penyelenggara negara dalam hal ini OJK dan Pemerintah juga menjadi ringan karena untuk menuju asuransi saat ini masyarakat masih bergantung dengan BPJS," katanya.

Baca: Jadi Juara Dunia, Lalu Muhammad Zohri Dapat Asuransi Kesehatan Senilai Rp 1 Miliar dari BNI Life

Sementara itu, pihaknya mengaku akan terus berupaya agar pemahaman dan kesadaran masyarakat untuk berasuransi semakin meningkat seiring dengan kebutuhan perlindungan resiko hidup bagi masing-masing individu maupun keluarga.

"Tugas OJK dan Pemerintah untuk terus mengembangkan dan berupaya agar masyarakat sadar untuk berasuransi," pungkasnya. (*)

Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved