Yogyakarta

Dekranasda DIY : Penjualan Batik Printing dan Tulis Harus Dipisahkan

Semakin maraknya peredaran batik printing di pasaran, mendapat sorotan dari Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) DIY.

Dekranasda DIY : Penjualan Batik Printing dan Tulis Harus Dipisahkan
TRIBUNJOGJA.COM / Azka Ramadhan
Ketua Dekranasda DIY, GKR Hemas. 

TRIBUNJOGJA.COM - Semakin maraknya peredaran batik printing di pasaran, mendapat sorotan dari Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) DIY.

Edukasi kepada masyarakat pun dirasa perlu, agar perbedaan dengan batik tulis bisa lebih dipahami.

Baca: Buka Gerai Pertama, Bakpia dan Batik Wong Jogja Tawarkan One Stop Shopping

Ketua Dekranasda DIY, GKR Hemas, mengatakan bahwa untuk wilayah Yogyakarta, tingkat peredaran batik printing sejauh ini sudah cukup banyak.

Menurutnya, edukasi kepada masyarakat bisa dimulai dari para pedagang batik, baik kain maupun pakaian.

"Jadi, Pemda DIY bisa mengimbau para pedagang, agar batik printing itu ditempatkan di konter tersendiri. Sehingga, masyarakat juga mendapat pembelajaran, bisa membedakan, mana yang batik printing, mana yang batik tulis," katanya pada Tribunjogja.com.

Seorang anggota DPD RI dari DIY itu melanjutkan, hal tersebut perlu dilakukan, guna menjaga pamor batik tulis.

Bahkan, jika dirasa perlu, pemisahan antara batik printing dengan batik tulis itu, bisa diwujudkan menjadi sebuah aturan yang sifatnya mengikat.

"Bukan dilarang ya, tapi bagaimana batik printing itu bisa dipisahkan. Makanya, kalau pengusaha selama ini masih mencampurnya, nanti tinggal siapa dari Pemda DIY, yang diberi tugas mengawasi perdagangan batik yang ada," cetusnya.

Terlebih, selama ini, batik yang beredar tidak hanya berasal dari para pengrajin lokal saja, lantaran banyak pula yang merupakan buatan Pekalongan, Cirebon, Rembang, hingga Madura.

Ia berharap, batik luar daerah bisa mendapat tempat yang baik.

Halaman
12
Penulis: aka
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved