Pendidikan

STIKES AKBIDYO Luluskan 171 Wisudawati Tahun Akademik 2017/2018

STIKES AKBIDYO Yogyakarta melangsungkan Wisuda Tahun Akademik 2017/2018 yang dihelat di Jogja Expo Center pada Kamis (30/8/2018).

STIKES AKBIDYO Luluskan 171 Wisudawati Tahun Akademik 2017/2018
TRIBUNJOGJA.COM / Noristera Pawetri
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) AKBIDYO Yogyakarta melangsungkan Wisuda Tahun Akademik 2017/2018 yang dihelat di Jogja Expo Center pada Kamis (30/8/2018) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Noristera Pawestri

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) AKBIDYO Yogyakarta melangsungkan Wisuda Tahun Akademik 2017/2018 yang dihelat di Jogja Expo Center pada Kamis (30/8/2018).

Dari informasi yang dihimpun Tribunjogja.com, STIKES AKBIDYO meluluskan 171 wisudawati dengan rincian dari Program Studi D3 Kebidanan sebanyak 150 wisudawati dan program studi D3 Kebidanan Recognisi Pembelajaran Lampau (RPL) sebanyak 21 wisudawati.

Baca: Berkontribusi untuk Desa Panggungharjo, Stikes Akbidyo Berikan Informasi Kesehatan

Jumlah wisudawati D3 Kebidanan yang berhasil menyandang predikat  cumlaude sebanyak 43 wisudawati, sangat memuaskan 104 wisudawati dan memuaskan 3 wisudawati dengan nilai komulatif rata-rata adalah 3,41.

Sedangkan Program Studi RPL D3 Kebidanan yang  menyandang predikat cumlaude sebanyak 3 wisudawati, sangat memuaskan 18 wisudawati dengan nilai komuitif  rata-rata adalah 3,35.

Dalam sambutannya, Ketua STIKES AKBIDYO, Musinggih Djarot Roujani berpesan kepada para wisudawati yang dituntut untuk berbagi ilmu pengetahuan yang diperoleh agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

"Saudara merupakan bagian dari potensi insani yang sangat diharapkan untuk meneruskan pembangunan, terutama dalam bidang kesehatan ibu dan anak," tutur Musinggih.

Baca: Stikes Akbidyo Peduli dengan Fenomena Kehamilan Remaja

Berbekal disiplin, penalaran yang logis, kritis, sistematik dan konsisten, wisudawati diharapkan dapat mengembangkan sendiri daya kreativitas dan daya inovatif yang tinggi khususnya dalam Ilmu Kebidanan.

"Sehingga dapat membantu pembangunan dalam bidang kesehatan khususnya dapat menurunkan angka kematian ibu dan anak yang masih relatif tinggi, dan juga bisa menambah jumlah bidan yang masih banyak dibutuhkan di lndonesia," lanjutnya. (*)

Penulis: Noristera Pawestri
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved