Bisnis

Inflasi Tahun Depan Diprediksi 4,5 Persen

Salah satu tantangan kondisi ekonomi domestik tahun 2019 adalah dari tingkat inflasi yang bisa mencapai 4,5 persen.

Inflasi Tahun Depan Diprediksi 4,5 Persen
internet
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Salah satu tantangan kondisi ekonomi domestik tahun 2019 adalah dari tingkat inflasi yang bisa mencapai 4,5 persen.

Perkiraan ini disampaikan oleh Kepala Ekonom Bank Mandiri Anton H Gunawan.

Besaran inflasi itu didapat dari kombinasi berbagai hal, dengan salah satu pendorong signifikan dari penyesuaian harga bahan bakar minyak ( BBM) oleh pemerintah.

Baca: Tahun Depan, Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Diprediksi 5,1 Persen

"Tahun ini kami perkirakan (inflasi) di 3,6 persen hingga akhir tahun. Tahun depan, kami perkirakan ke 4,5 persen, penggerak utamanya adalah pemerintah pusat harus adjust (menyesuaikan) harga BBM sebagian," kata Anton dalam Media Briefing di Plaza Mandiri, Kamis (30/8/2018).

Anton mengungkapkan, tingkat inflasi sampai saat ini memang relatif baik dan masih terjaga, yaitu pada kisaran 3,18 persen.

Namun, dia menyebut sejak pertengahan tahun lalu, harga minyak naik dengan cepat yang menyebabkan inflasi di pedagang atau produsen langsung dirasakan.

Sementara inflasi di tingkat konsumen yang tercermin dalam Indeks Harga Konsumen (IHK) tidak terlalu tinggi.

Hal itu dikarenakan kebijakan pemerintah yang tidak menaikkan harga BBM bersubsidi, premium dan solar, hingga akhir tahun dan keputusan produsen untuk tidak membebankan hal tersebut kepada konsumen sampai saat ini.

Baca: Dolar Menguat Tak Dongkrak Ekonomi AS, Ekonomi Indonesia Malah Lebih Baik, Ini Penjelasannya

"Kenaikan harga bahan baku, entah karena depresiasi rupiah atau dari harga BBM yang tidak disubsidi, tidak bisa atau masih belum ditransfer ke konsumen. Sementara (dampaknya) masih diserap oleh pelaku usaha yang jadi mengurangi profit margin mereka. Pada titik tertentu, mau tidak mau harus dilakukan penyesuaian," tutur Anton.

Adapun tantangan lain yang perlu diperhatikan adalah dari kenaikan harga bahan pokok.

Beberapa waktu belakangan ini, beberapa bahan pokok disebut Anton mulai merangkak naik meski belum terlalu signifikan.

Bahan pokok yang perlu jadi perhatian khususnya beras yang sering jadi bahan perdebatan karena perbedaan data antarkementerian dan lembaga terkait, berujung kekhawatiran kurangnya stok lalu harga di pasaran naik.(TRIBUNJOGJA.COM)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Didorong Harga BBM, Inflasi 2019 Diramal 4,5 Persen", https://ekonomi.kompas.com/read/2018/08/30/193843626/didorong-harga-bbm-inflasi-2019-diramal-45-persen.
Penulis : Andri Donnal Putera
Editor : Sakina Rakhma Diah Setiawan

Editor: Ari Nugroho
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved