Darah Merembes dari Koper, Ungkap Aksi Keji Sang Profesor

Seorang profesor di Universitas Hong Kong ditangkap polisi atas tuduhan pembunuhan terhadap istrinya sendiri

Darah Merembes dari Koper, Ungkap Aksi Keji Sang Profesor
Mail Online
Profesor Cheung dan istrinya 

TRIBUNJOGJA.com, HONGKONG - Seorang profesor di Universitas Hong Kong ditangkap polisi atas tuduhan pembunuhan terhadap istrinya sendiri. Penangkapan dilakukan setelah polisi menemukan mayat yang dimasukan ke dalam koper di ruangan kerja sang profesor di kampusnya.

Dikutip TRIBUNJOGJA.com dari Mail Online. petugas menemukan jasad seorang wanita yang hanya mengenakan pakaian dalam dan dengan kawat listrik di lehernya. Jasda itu disembunyikan di dalam sebuah koper di dalam kotak kayu besar di kantor Cheung Kie-chung yang kini berusia 53 tahun.

Tampaknya Cheung berusaha mencari alibi dengan melaporkan kepada polisi bahwa istrinya hilang pada 20 Agustus. Saat itu dia mengaku bahwa sang istri menghilang sejak setelah mereka terlibat dalam pertengkaran.

Sadis nan Mengerikan, Bandar Narkoba di China Dieksekusi Mati di Depan Masyarakat Umum

Namun polisi kemudian mencurigai Cheung setelah rekaman CCTV tak
menemukan adanya adegan saat sang istri meninggalkan rumah mereka di Wei Lun Hall di kampus. Polisi justru melihat adegan janggal saat Cheung terlihat memindahkan kotak kayu besar dari tempat itu.

Pada Selasa sore, polisi menggeledah kantor Cheung di Gedung Haking Wong, yang hanya berjarak lima menit berkendara dari asrama tempat ia tinggal bersama istri dan anak-anaknya.

"Ada darah merembes keluar dari koper dan baunya menyengat," kata Inspektur Hukum Kwok-hoi kepada wartawan Selasa (28/8/2018) malam.

Kisah Mary Bell, Bocah Pembunuh Berantai Paling Sadis yang Menggemparkan Inggris

Di dalam koper itu, polisi menemukan jasad istri Cheung. Polisi mengatakan bahwa korban mungkin telah dicekik, tetapi identitas dan penyebab kematian masih perlu dikonfirmasi lewat pemeriksaan post-mortem.

Adapun kepada penyidik, Cheung mengatakan bahwa dia terlibat pertengkaran dengan sang istri, yang teridentifikasi bernama Tina Chan, pada malam dia menghilang.

Sementara itu Zhang Xiang, presiden universitas, mengeluarkan pernyataan pada hari Rabu (29/8/2018), yang menyatakan dirinya sangat terkejut sekaligus sedih atas pembunuhan yang digambarkan sebagai sebuah tragedi.

Pembunuhan serupa terjadi pada seorang akademisi di Hongkong lainnya yang saat ini tengah diadili akibat menggunakan bola yoga yang diisi dengan karbon monoksida untuk membunuh istri dan putrinya di dalam mobil.

Irma Grese, Perempuan Penjaga Kamp Nazi Paling Sadis dalam Sejarah

Kawasan Kota Cina selatan, yang terkenal karena perumahannya yang sempit ini sebenarnya dikenal memiliki tingkat kejahatan yang rendah. Tapi jika terjadi kejahatan, terkadang kawasan ini diguncang oleh peristiwa pembunuhan tingkat tinggi yang menyita perhatian luas hingga dunia.

Pada 2016, bankir Inggris Rurik Jutting dipenjara seumur hidup karena pembunuhan dua wanita Indonesia di Hong Kong. Dia memasukkan salah satu tubuh mereka ke dalam koper dan meletakkannya di balkonnya.

Setahun sebelumnya, seorang pria setempat dipenjara karena mencincang orang tuanya dan menyimpan bagian-bagian tubuhnya di dalam lemari pembeku. (*)

Penulis: mon
Editor: mon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved