Bisnis

Tarif Batas Bawah Jaga Iklim Bisnis Penerbangan

Dengan kenaikan tarif batas bawah, industri penerbangan bisa lebih memberikan kepastian keamanan dalam penerbangan.

Tarif Batas Bawah Jaga Iklim Bisnis Penerbangan
TRIBUN JOGJA/Rento Ari Nugroho
Ilustrasi: Penampakan pesawat jenis Boeing 737-800NG yang dimiliki Garuda Indonesia. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Tiket pesawat tidak lama lagi akan segera mengalami kenaikan.

Hal ini menyusul pernyataan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bahwa tarif batas bawah tiket pesawat akan dinaikkan sebesar 5% dari sebelumnya 30% menjadi 35%.

Penentuan tarif batas bawah tersebut, disebutkan mengikuti perkembangan industri yang menghadapi tekanan kenaikan biaya.

Dengan kenaikan tarif batas bawah, industri penerbangan bisa lebih memberikan kepastian keamanan dalam penerbangan.

Baca: Info Lowongan Kerja BUMN - PT Garuda Indonesia Buka Rekrutmen, Ini Formasi dan Persyaratannya

General Manager Garuda Indonesia Branch Office Yogyakarta, Jubi Prasetyo menanggapi tarif batas bawah tiket pesawat diberlakukan agar tiap maskapai tidak jor-joran mengobral tiket murah untuk menjaga pelayanan di bisnis penerbangan di Indonesia tetap sehat.

“Ada tarif batas bawah dan ada tarif batas atas untuk menjaga iklim persaingan tetap sehat, selama ini Garuda Indonesia mengikuti regulasi yang berlaku,” kata Jubi kepada Tribun Jogja, Selasa (28/8/2018).

Meski diakui akan berimbas terhadap kenaikan tarif tiket pesawat, namun tidak akan banyak berpengaruh pada minat masyarakat terhadap transportasi udara karena sudah merupakan kebutuhan.

“Kalau naik turunnya harta tiket pesawat justru lebih banyak dipengaruhi oleh supply-demand, jadi pada season tertentu seat memang penuh yang menyebabkan adanya kenaikan harga tiket pesawat,” imbuh Jubi.

Baca: Garuda Indonesia Raih Penghargaan Awak Kabin Terbaik di Dunia

Saat ini Garuda Indonesia Branc Office Jogja memiliki lima rute penerbangan regular yakni; Jogja-Jakarta 11 kali, Jogja-Surabaya 1 kali, Jogja-Balik Papan 1 kali, Jogja-Makassar 2 kali dan Jogja-Bali 3 kali dengan rata-rata load faktor mencapai diatas 80%.

“Kami terus mempertahankan pencapaian On Time Performance (OTP) yang tumbuh positif dan mengedepankan komitmen Operation Excellence dalam menyediakan standar layanan penerbangan maskapai global,” ujarnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: vim
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved