Kota Yogya

Minim Ruang Terbuka, Kecamatan Wirobrajan Bicara Melalui Festival Dolanan Anak

Minim Ruang Terbuka, Kecamatan Wirobrajan Bicara Melalui Festival Dolanan Anak

Minim Ruang Terbuka, Kecamatan Wirobrajan Bicara Melalui Festival Dolanan Anak
TRIBUNJOGJA/Bramasto Adhy
DOLANAN BOCAH - Sejumlah peserta mengikuti Festival Dolanan Bocah di pendopo Taman Siswa, Yogyakarta, Selasa (28/8). Festival tersebut diadakan dengan tujuan sebagai sarana melestarikan dolanan anak. 

TRIBUNJOGJA.COM - Yo prakanca dolanan ing njaba. Padhang bulan, bulane wis raono. Rembulane wis ra ngawe-awe, ketutupan hotel-hotel gedhe gedhe.

Lirik di atas merupakan lirik dari sebuah tembang dolanan anak berjudul Padhang Rembulan.

Penggalan tembang dolanan tersebut dibawakan oleh anak-anak dari kecamatan Wirobrajan, Yogyakarta.

Mereka bernyanyi sambil menari. Dalam menari mereka tidak bisa leluasa, karena ada hotel-hotel kardus berbagai ukuran yang menghimpit. Setelah lagu selesai, tiba-tiba seorang anak kecil berperawakan gempal berteriak.

"Hotele ki ngebak-ngebaki, singkirke yo," teriaknya lantang, disetujui oleh teman-temannya kemudian memindahkan hotel-hotel kardus tersebut.

Setelah tampak luas, anak-anak kemudian bermain jamuran, ancak-ancak alis, dan beberapa dolanan anak lain.

Anak-anak dari Kecamatan Wirobrajan tersebut tengah melakukan drama dalam acara Festival Dolanan Anak se Kota Yogyakarta.

Baca: Aksesbilitas Menjadi Sorotan Penting Peningkatan PAD Sektor Pariwisata

Festival diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta di Pendopo Taman Siswa, pada 28-30 Agustus 2018 yang diikuti oleh 14 kecamatan di Kota Yogyakarta.

Bima Arya adalah salah satu pemain dalam drama dari Kecamatan Wirobrajan. Ia mengaku senang karena bisa mengenal berbagai dolanan anak.

"Senang bisa tahu dolanan anak, bisa main sama teman-teman. Teman juga jadi tambah banyak. Tetapi tidak ada tempat bermain yang luas, banyak hotel," katanya usai tampil di Pendopo Taman Siswa, Selasa (28/8/2018).

Keresahan itulah yang ditangkap oleh Ahmad Hasfi Asmaralaya, yang berperan sebagai sutradara.

Pesatnya pertumbuhan hotel di Kota Yogyakarta, berdampak pada minimnya ruang terbuka untuk anak-anak.

"Nggak cuma di Wirobrajan, tetapi juga untuk Kota Yogyakarta. Sudah tidak banyak tanah lapang untuk anak-anak bermain. Makanya kami bikin cerita kalau anak-anak sudah tidak bisa bermain karena banyak hotel dan gedung tinggi," ungkapnya.

Ia pun berharap pemerintah juga memberikan fasilitas untuk anak-anak bermain. Menurutnya saat ini anak didorong untuk mengenal dolanan anak, sementara tempat bermain tidak ada.

"Kalau orang jaman dulu bisa bermain karena ada tempat yang luas untuk bermain. Mereka sebagai penerus memang harus dikenalkan dengan dolanan anak. Sekarang main hp sudah selesai. Tetapi jangan hanya didorong untuk mengenal saja, berikan juga tempat untuk mereka bermain," lanjutnya. (tribunjogja)

Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved