Bantul

Disdag Bantul Perketat Sidak Gas Melon yang Tak Sesuai Peruntukan

Dinas Perdagangan Bantul Perketat Sidak Gas Melon yang Tak Sesuai Peruntukan.

Disdag Bantul Perketat Sidak Gas Melon yang Tak Sesuai Peruntukan
TRIBUNJOGJA.COM / Susilo Wahid
Petugas PT Pertamina saat menukar Gas Melon yang dipakai salah satu restoran di Jl Bantul dengan Bright Gas, Kamis (23/8/2018). 

TRIBUNJOGJA.COM - Pihak Dinas Perdagangan (Disdag) Kabupaten Bantul bakal memperketat pengawasan pemakaian gas elpiji 3 kg (melon) di lingkup wilayah Bantul.

Salah satu upaya yang kini sedang dilakukan, adalah menggalakkan sidak ke pihak yang sebenarnya tidak masuk peruntukkan pemakai gas melon.

Sesuai aturan, gas melon diperuntukkan untuk masyarakat golongan tidak mampu baik dari lingkup rumah tangga maupun usaha namun hanya berjenis Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Sayang, dewasa ini masih banyak pihak yang mampu secara ekonomi masih memakai gas melon.

Seperti temuan petugas PT Pertamina Unit Pemasaran Region IV DIY-Jateng pekan lalu, masih ada beberapa tempat usaha di Bantul dan DIY memakai gas melon.

Baca: Stasiun Meteorologi Penerbangan Bakal Dibangun di Kulonprogo

Padahal, tempat usaha ini tidak punya hak memakai gas melon untuk keperluan usaha karena telah beromset puluhan juta rupiah.

Kepala Dinas Perdagangan Bantul, Subiyanta Hadi, Senin (27/8/2018) mengatakan, pihaknya sebenarnya sudah melakukan pengawasan terkait penggunaan gas melon yang bukan peruntukkannya ini.

“Selalu kita awasi melalui sidak, ke depan akan kita lakukan secara lebih komprehensif,” katanya.

Bekerjasama dengan aparat kepolisian dan petugas Satpol PP, Subiyanta menjanjikan sidak pemakaian gas melon ini akan menyasar ke pihak-pihak strategis yang selama ini kerap ditemui memakai gas melon untuk keperluan usahanya. Seperti restoran atau warung makan dengan omset tinggi.

Meskipun tidak punya kewenangan untuk mengeluarkan sanksi, Disdag Bantul nantinya akan memberi warning berupa surat peringatan kepada pengusaha yang kedapatan memakai gas melon yang bukan peruntukkan. Meski hanya berupa warning, surat peringatan ini nantinya bisa berujung sanksi konkret. (tribunjogja)

Penulis: sus
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved