Dolar Menguat Tak Dongkrak Ekonomi AS, Ekonomi Indonesia Malah Lebih Baik, Ini Penjelasannya

Fluktuasi nilai tukar rupiah belakangan ini patut dicermati. Agar bisa memahami situasi ini, berikut penjelasan dua pakar ekonomi dan investasi

Dolar Menguat Tak Dongkrak Ekonomi AS, Ekonomi Indonesia Malah Lebih Baik, Ini Penjelasannya
ist
Ilustrasi dolar 

Ini alasan mengapa ekonomi global saat ini membaik, dimotori oleh Amerika, China, Eropa. Akibatnya harga komoditas seperti energi meningkat. Sehingga kondisi ini harus disikapi pemerintah dan investor.

Bagaimana prospek ekonomi AS benarkah akan terus membaik?

Proyeknya bisa kita lihat dari leading indicator. Ini yang jarang dibahas di banyak pertemuan. Yaitu yield spread obligasi AS yang short term dan long term ternyata menipis. Ini menandakan siklus bisnis di Amerika tidak akan terus naik tinggi.

Polanya, tren yield spread yang positif mengawali penguatan ekonomi, demikian pula sebaliknya, jika trendnya negatif, maka ekonomi AS akan melambat.

Dengan yield spread di AS yang menipis, diduga ekonomi AS tidak terlalu ekspansif sehingga The Fed diduga tidak akan terlalu tinggi dari proyeksi pertumbuhan ekonomi AS.

Jelas tidak mungkin suku bunga the Fed akan melebihi pertumbuhan ekonomi AS karena itu akan membunuh pertumbuhan ekonomi AS.

Ini pula yang melandasi kondisi dolar AS ke depan yang diduga tidak terlalu kuat.

Investor tentu akan memindahkan asetnya ke negara-negara yang memberikan peluang pertumbuhan yang lebih baik.

Tapi mengapa investor asing masih keluar dari pasar keuangan RI?

Sejak Mei 2017 asing menunjukkan outflow (aliran uang keluar dari pasar keuangan Indonesia). Tahun ini setelah sempat naik, namun kemudian terus turun.

Halaman
1234
Editor: iwanoganapriansyah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved