Pebisnis Daring Dukung Aturan Perdagangan Online

Para pebisnis e-commerce bersiap melaksanakan apa yang tertuang dalam Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) yang bakal dirilis tahun ini.

Pebisnis Daring Dukung Aturan Perdagangan Online
IST
Ilustrasi belanja online 

TRIBUNJOGJA.COM - Para pebisnis e-commerce bersiap melaksanakan apa yang tertuang dalam Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Transaksi Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (TPMSE) atau e-commerce yang bakal dirilis tahun ini.

Poin itu, misalnya, kewajiban identitas hukum yang jelas, terkait soal ketentuan pajak.

Menurut Handhika Jahja, Direktur Shopee Indonesia, saat ini ada sekitar dua juta mitra Shopee Indonesia. Sayang, dirinya tidak mempunyai data mitra mana saja yang sudah taat pajak.

"Kami mengimbau pelaku usaha dan para mitra untuk taat pajak," katanya, Kamis (23/8).

Nah, sebagian mitra yang ada di Shopee masih mengandalkan pasar domestik. Memang ada juga mitra Shopee yang memanfaatkan platform tersebut untuk transaksi lintas negara. Tapi, menurut Handhika, mitra yang melakukan aksi bisnis ini tergolong kecil, sekitar 1% saja dari total mitra Shopee yang ada.

Bidik Pasar Ekspor

Berbeda dengan Blanja.com yang justru melihat peluang dari aturan e-commerce tersebut untuk bisa mengoptimalkan pasar ekspor.

Maklum, transaksi lintas negara yang kerap terjadi di situs belanja besutan Telkom tersebut justru ada di transaksi impor lewat platform ebay.blanja.com.

"Ini untuk memenuhi kebutuhan pelanggan di Indonesia," kata Faiz Fashridjal, Head of Marketing Blanja.com kepada Kontan.co.id.

Salah satu upaya Blanja adalah menyeleksi mitra UKM yang layak untuk pasar ekspor. Misalnya, mereka harus punya produk berkualitas dan tidak kalah penting adalah punya identitas yang jelas.

Halaman
12
Editor: iwanoganapriansyah
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved