Bantul

Free Kik #1, Jaga Kelestarian Lingkungan Lewat Pelepasan Tukik di Pantai Pelangi

Free Kik #1, Jaga Kelestarian Lingkungan Lewat Pelepasan Tukik di Pantai Pelangi

Free Kik #1, Jaga Kelestarian Lingkungan Lewat Pelepasan Tukik di Pantai Pelangi
Istimewa
Pelepasan tukik di Pantai Pelangi Bantul beberapa waktu yang lalu 

TRIBUNJOGJA.COM - Mengenalkan perilaku cinta lingkungan bisa dilakukan dengan berbagai cara, termasuk dikemas melalui media seni dan rekreasi.

Hal tersebutlah mendasari empat komunitas di antaranya Suradhe Dance, Deaf Art Community, Omah Suwung, Literasi Aksara yang didukung Korps Alumni Kapal Pemuda Nusantara (KAKPN) DIY menggelar acara 'Free Kik #1' di Pantai Pelangi, Kretek, Bantul,Minggu (19/8/2018) lalu.

Sebanyak 70 peserta mulai dari anak-anak hingga dewasa ambil bagian melepas tukik atau penyu dari penangkaran dan konservasi penyu yang terletak di sekitar Pantai Pelangi.

Tak sekadar melepas tukik, acara Free Kik #1 diawali bincang-bincang mengenai penyu, dan permasalahan yang melingkupi kendala dalam melestarikan penyu.

Baca: Tanah Desa untuk Kompleks Relokasi di Temon Segera Jadi SHM

Selain itu, acara juga dikemas dengan belajar puisi bahasa isyarat tentang perjuangan penyu, membuat kerajinan tangan dari KAKPN, bergerak tari kreatif bersama Suradhe melalui cerita perjuangan penyu melawan predator, belajar kembali aksara jawa bersama Literasi Aksara, serta melukis mural dari rekan-rekan ISI Yogyakarta.

"Ini merupakan langkah untuk memperkenalkan Pantai Pelangi sebagai satu di antara tempat konservasi penyu dan juga destinasi bahari. Kita kemas kegiatan melalui media seni dan rekreasi," ujar ketua penitia, Assabti.

Sementara itu, kepala dusun Grogol IX, Parangtritis, Kamihardi mengapresiasi terselenggaranya acara ini.

"Saya menudukung penuh kegiatan yang diselenggarakan di area Pantai Pelangi ini karena kegiatan semacam ini merupakan salah satu cara komunikasi yang efektif untuk menyebar luaskan informasi pada masyarakat terkait keberadaan penyu yang dirasa sudah terancam punah," ujar Kamihardi.

Baca: Rencana Pembangunan Embung Raksasa di Gunungkidul Terancam Gagal

Tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah memberikan informasi kepada seluruh masyarakat, bahwa saat ini penyu sedang dalam ambang kepunahan. Sehingga perlu diadakan pelesatarian penyu dan memperbaiki ekosistemnya.

Selain itu mengangkat Pantai Pelangi sebagai salah satu destinasi wisata bahari pilihan di Yogyakarta. Implementasi program inklusi yang diwakili Deaf Art Community dan terakhir adalah mengagungkan kembali semangat Jalasveva Jayamahe kepada masyarakat luas.

Kegiatan sosial ini di dukung penuh oleh Soul Corporation, sebagai patner pemerintah dalam penyelenggaraan kegiatan seni kreatif di Yogyakarta, Petra Aksesoris, Gembira Loka Zoo, Ohsome dan Dagadu. (tribunjogja)

Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved