Gunungkidul

4 Penyu Terdampar Mati di Pesisir Pantai Selatan Gunungkidul

Sejak delapan bulan terakhir, ditemukan empat penyu mati di wilayah pesisir pantai selatan Gunungkidul.

4 Penyu Terdampar Mati di Pesisir Pantai Selatan Gunungkidul
istimewa
Petugas saat mengevakuasi penyu yang terdampar mati di Pantai Sepanjang, Rabu kemarin. 

Laporan Calon Reporter Tribun Jogja, Wisang Seto Pangaribowo

TRIBUNJOGJA.COM,GUNUNGKIDUL - Sejak delapan bulan terakhir, ditemukan empat penyu mati di wilayah pesisir pantai selatan Gunungkidul.

Satu diantaranya ditemukan oleh warga kemarin Rabu sore di Pantai Sepanjang.

Baca: 113 Penyu yang Terancam Punah Mati dan Tersapu di Pantai Meksiko, Penyebabnya Belum Diketahui

Hal tersebut diungkapkan oleh Sekretaris SAR Satlinmas Korwil II Gunungkidul, Surisdiyanto, saat dihubungi Tribunjogja.com, Kamis (23/8/2018).

Ia mengatakan saat itu warga sekitar pantai Sepanjang mencium bau busuk yang menyengat lalu mencari sumber bau dan menemukan penyu berukuran besar telah mati terdampar, warga lalu segera melaporkan kepada petugas SAR Satlinmas Korwil II.

"Bangkai penyu terbawa arus ombak ke daratan Pantai Sepanjang, warga langsung melaporkan kepada petugas. Mendapat laporan lantas kami melakukan pencarian dan menemukan penyu sudah mati," tuturnya.

Petugas SAR lantas mengevakuasi bangkai penyu tersebut ke daratan, dan langsung diputuskan segera dikubur karena bau yang menyengat.

"Penyu tersebut diperkirakan berjenis penyu hijau, masyarakat setempat menyebutnya Kintel. Bangkai penyu berukuran lebar 40 centimeter, dengan berat kurang lebih 30 kilogram," katanya.

Suris menuturkan sejak delapan bulan terakhir ditemukan empat bangkai penyu di berbagai tempat.

"Dari Pantai Nglolang hingga Pantai Sepanjang ditemukan empat ekor penyu mati, sampai bulan Agustus," katanya.

Ia mengatakan sejumlah pantai di Gunungkidul memang menjadi tempat pendaratan penyu, yakni di Pantai Krakal, Parang Racuk, Sarangan dan pantai lainnya.

"Penyebab kematian penyu masih belum diketahui karena saat sampai daratan sudah dalam keadaan mati, dulu sebelum dilarang banyak warga yang memancing penyu tetapi saat ini melihat penyu mati masyarakat takut," katanya.

Terpisah, Kepala Bidang Perikanan Tangkap dan Kelautan Dinas Kelautan dan Perikanan, Wasidi mengatakan dari daftar habitat menurut SK Bupati Gunungkidul terdapat 12 pantai yang sudah ditetapkan.

Baca: Tangkapan Hasil Laut di Pantai Baron Melimpah

Hal tersebut setidaknya menjadi tanggung jawab bersama antara lain Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), Dinas Pariwisata (Dinpar), Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dan masyarakat.

"Paling tidak ada satu pantai yang benar-benar diperuntukkan untuk penyu dapat berkembang biak, karena penyu membutuhkan tempat sepi dan gelap untuk bertelur. Tetapi saat ini pantai-pantai di Gunungkidul sudah ramai," katanya.(*)

Penulis: Wisang Seto Pangaribowo
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved