Yogyakarta

Selain Pemberian Sultan, Sapi dari Titiek Soeharto Juga Disembelih di Masjid Gedhe Kauman

Hasil dari penyembelihan hewan kurban tersebut, khususnya daging, akan langsung didistribusikan untuk warga Kauman.

Selain Pemberian Sultan, Sapi dari Titiek Soeharto Juga Disembelih di Masjid Gedhe Kauman
TRIBUNJOGJA.COM / Noristera Pawestri
Sebanyak 9 sapi dan 24 kambing disembelih di Masjid Gedhe Kauman pada Rabu (22/8/2018). 

TRIBUNJOGJA.COM - Sedikitnya sembilan ekor sapi dan 24 ekor kambing disembelih pada perayaan kurban Idul Adha di Masjid Gedhe Kauman, Yogyakarta, Rabu (22/8/2018).

Prosesi penyembelihan pun dilakukan sejak pagi, hingga sore hari setelah Ashar.

Baca: Berkurban, JCM Berikan Satu Ekor Sapi Pada Warga Kutu Patran

Menariknya, di antara sembilan sapi yang dikorbankan, terdapat sapi pemberian Gubernur DIY, sekaligus Raja Kasultanan Ngayogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, serta Siti Hediati, yang tak lain merupakan putri Presiden RI ke dua, Soeharto.

Ketua Pelaksana Kurban Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Kauman, Adieb Uswar mengatakan bahwa hasil dari penyembelihan hewan kurban tersebut, khususnya daging, akan langsung didistribusikan untuk warga Kauman.

"Untuk warga, dapatnya sekitar tiga kilogram. Itu terdiri dari daging dan jeroan. Tapi, kalau ingin tulang juga boleh. Panitia yang mengantar langsung, karena kami tidak menyediakan kupon, itu istimewanya di Masjid Gedhe Kauman," katanya pada Tribunjogja.com.

Akan tetapi, ia mengungkapkan, dengan jumlah hewan kurban yang cukup banyak, daging tidak hanya didistribusikan untuk warga Kauman saja, melainkan hingga ke beberapa daerah di luar DIY.

Juga, disediakan pula jatah khusus untuk kaum dhuafa.

Baca: Tahun ini, Pemkab Magelang Serahkan 24 Hewan Kurban

"Banyak surat masuk permohonan daging yang masuk ke kami, itu bahkan ada yang dari wilayah Jawa Tengah juga permintaannya, seperti Magelang, Klaten, lalu Purworejo. Buat kaum dhuafa, tentu kami sediakan juga, itu sudah pasti," ungkapnya.

Praktis, tenaga yang dilibatkan dalam proses penyembelihan, hingga pengolahan daging pun juga tergolong banyak.

Adieb menyatakan, terdapat sekitar 70 tenaga yang ikut terlibat di dalam kepanitiaan, mulai dari orang tua, pemuda, hingga remaja. (*) 

Penulis: aka
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved