Breaking News:

Idul Adha 1439 H

Idul Adha 1439 H, Inilah 5 Tips Menyimpan Daging Kambing Agar Tetap Awet dan Bisa Dikonsumsi

Di Indonesia sendiri, hewan yang paling banyak menjadi hewan kurban adalah kambing dan sapi.

http://vikybahagia.com
Ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM - Umat muslim di Indonesia merayakan Hari Raya Idul Adha 1439 Hijriah pada Rabu (22/8/2018) hari ini.

Pada perayaan hari raya Idul Adha ini, sebagian besar masyarakat muslim di Indonesia juga melaksanakan ibadah kurban.

Di Indonesia sendiri, hewan yang paling banyak menjadi hewan kurban adalah kambing dan sapi.

Namun hewan yang paling banyak diminati adalah kambing.

Pasalnya, kambing adalah hewan yang disarankan untuk dikurbankan.

Sedangkan hewan lainnya yang banyak menjadi hewab kurban di beberapa negara yaitu domba.

Sebuah permasalah yang muncul ketika banyak umat muslim yang melaksanakan kurban yaitu berlimpahnya daging kambing.

Tentu saja daging kambing yang berlimpah tersebut tidak akan diolah dalam satu hari sekaligus.

Tribunjogja.com merangkum cara menyimpan daging kambing supaya tahan lama dan juga tetap aman dikonsumsi.

1. Cuci bersih daging

Daging kambing dari pembagian hasil kurban haruslah dicuci sebelum diolah.

Hal tersebut dikarenakan daging kambing hasil kurban yang terlah melalui proses panjang dikhawatirkan membawa kuman-kuman yang dapat menimbulkan penyakit.

Cucilah daging pada air yang mengalir.

Setelah dicuci, hindari meletakkan daging di tempat terbuka karena daging yang basah akan membuat kuman dan bakteri berkembang dengan baik.

Maka dari itu, sebaiknya daging kambing tersebut langsung disimpan dalam lemari es setelah dicuci.

2. Simpan daging dalam ukuran kecil

Daging beku yang sudah mengalami proses thawing atau pencairan, sebaiknya tidak mengalami proses pembekuan berulang.

Selain bakteri akan lebih mudah tumbuh dan berkembang biak, struktur daging pun juga akan rusak sehingga masakan menjadi tidak enak.

Bagilah daging menjadi beberapa bagian sesuai kebutuhan tiap kali masak.

Misalnya untuk 1 kg daging kamu bisa membaginya menjadi 4 bagian dengan masing-masing beratnya sekitar 250 gram.

Kemaslah tiap bagian dengan plastik yang ditutup rapat, baru sesudahnya simpan dalam lemari es.

Dengan cara ini, kamu tidak perlu mencairkan seluruh bongkahan daging beku jika hanya mengambil sedikit saja bagiannya.

Cukup ambil satu bungkus daging sesuai kebutuhan, lakukan thawing, dan masak seluruhnya.

3. Simpan dalam kondisi berbumbu atau dimarinasi

Membumbui sebelum disimpan juga merupakan cara ampuh untuk membuat daging kambing lebih tahan lama.

Kamu dapat membumbuinya dengan menggunakan kunyit, bawang, garam dan gula.

Pilihan lain, daging kambing juga dapat dilumuri bumbu sesuai dengan masakan yang akan diolah nantinya.

Bumbu-bumbu ini bersifat antibakteri sehingga akan memberikan sifat awet pada bahan makanan.

4. Simpan dalam wadah tertutup

Menyimpan daging dalam wadah tertutup merupakan hal yang wajib.

Hal tersebut dimaksudkan supaya daging tidak mudah terkontaminasi bakteri yang ada di dalam kulkas atau terbawa oleh bahan-bahan lain yang juga ada di dalam kulkas.

5. Perhatikan suhu lemari es

Menyimpan daging agar tetap segar dan awet, juga harus memperhatikan suhu pada lemari es.

Suhu yang semakin dingin membuat bakteri perusak tidak dapat hidup.

Suhu minimal lemari es yang baik adalah minus 18°C.

Menyimpan daging dalam suhu ini membuat daging bisa tahan hingga 3 bulan atau lebih.

Perlu diketahui, hindari membuka dan menutup lemari es secara berkala agar tidak terjadi lonjakan kenaikan suhu, yang bisa jadi kesempatan bakteri nakal ini untuk hidup dan tumbuh. (*)

Penulis: Hanin Fitria
Editor: Muhammad Fatoni
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved