Yogyakarta

Gunungan Garebeg Dianggap Jadi Berkah

Dari tujuh gunungan tersebut, lima gunungan diantaranya dibawa ke Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta dengan arak-arakan

Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Wahyu Setiawan
Sukmiyantini, warga yang memperoleh tali tambang dari Gunungan Garebeg Besar Tahun Dal di Halaman Masjid Gedhe Kauman mempercayai bahwa hasil rayahan dapat menjadi penolak bala dan memberikan keamanan dan perlindungan terhadap rumah maupun hewan ternak peliharaannya, Rabu (22/8/2018). 

Laporan Reporter Tribun Jogja Wahyu Setiawan Nugroho

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Garebeg Besar Tahun Dal baru saja digelar di Alun-Alun Utara menuju Masjid Gedhe Kauman, Rabu (22/8/2018).

Sesampainya di halaman Masjid Gedhe Kauman, Lima Gunungan yang dikawal oleh Bregada Prajurit Kraton ini langsung menjadi rebutan warga yang sudah menunggu di halaman masjid sejak pagi hari.

Suwowo (45) menganggap gunungan yang ia peroleh memiliki berkah.

Bahkan warga Banyumas ini rutin mengikuti garebeg yang selalu dihadirkan oleh Kraton tiap tahunnya.

"Dari tahun 90 an sudah sering ke sini (acara garebeg), untuk dikoleksi katanya kan biar dapat berkah," katanya saat ditanya Tribunjogja.com.

Baca: Ratusan Warga Berebut Gunungan Garebeg Besar

Sementara itu, Kartono Warga Godean mengaku cukup senang mendapat hasil garebeg.

Hasil yang ia dapat menurutnya memiliki berkah tersendiri terlebih Gunungan yang diperebutkan telah diberi doa oleh Sultan.

"Ikut terus setiap ada garebeg, ini kebetulan dapat sayur mayur, kacang panjang, nanti sampai rumah langsung dimasak," tuturnya.

Sementara itu untuk barang lain yang didapatkan dari Gunungan rencananya akan ia simpan untuk berkah di rumahnya.

"Kan dipercaya biar aman, tenang, tentram hidupnya, barang-barang lainnya disimpan, namanya orang percaya ya supaya aman," lanjutnya.

Sukmiyantini yang memperoleh tali tambang dari Gunungan justru mempercayai bahwa hasil rayahan tersebut dapat menjadi penolak bala dan memberikan keamanan dan perlindungan terhadap rumah maupun hewan ternak peliharaannya.

Baca: Garebek Mulud Tahun Dal 1951 Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat

"Hasilnya kalau untuk tumbal kan bisa menolak bala dan kalau punya sapi bisa untuk menolak bala di sapi, caranya dipasang di kandang sapi," ungkapnya.

Sebelumnya telah diberitakan, Prosesi Garebeg Besar Dal ini dimulai dengan kirab bregodo prajurit dari Pratjimosono menuju Kompleks Kemangangan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved