Bisnis

Eksplorasa Nusantara Ajak Masyarakat Masak Daging Kurban

Kegiatan ini merupakan kegiatan charity yang ingin membantu kaum dhuafa untuk memasakkan daging kurban yang diperoleh.

Eksplorasa Nusantara Ajak Masyarakat Masak Daging Kurban
TRIBUNJOGJA.COM / Wahyu Setiawan
Chef dari Explorasa Nusantara dan Jogja Culinary School dalam Charity Program Gerakan Memasak Daging Kurban 2018 tengah mengolah daging dari masyarakat yang ingin dimasakkan secara gratis, Rabu (22/8/2018). 

Laporan Reporter Tribun Jogja Wahyu Setiawan Nugroho

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Berlokasi di depan kantor sekretariat Masjid Gedhe Ngayogyakarta Kauman, Explorasa nusantara dan Jogja Culinary School menggelar aksi kampanye Gelar Masak Daging Kurban 2018, Rabu (22/8/2018).

Menurut Jawel Husin Ketua Penyelenggara menuturkan kegiatan ini merupakan kegiatan charity yang ingin membantu kaum dhuafa untuk memasakkan daging kurban yang diperoleh.

"Awalnya dari keprihatinan kami terhadap kaum dhuafa yang banyak memilih menjual daging kurbannya, maka dari itu kita buat charity masak ini agar mereka memanfaatkan daging yang diperoleh agar diolah dan dimasak di sini," katanya saat ditanya Tribunjogja.com.

Baca: Ratusan Warga Berebut Gunungan Garebeg Besar

Ada puluhan chef handal yang siap memasakkan daging kurban yang diperoleh oleh kaum dhuafa.

Ada empat jenis masakan yang dapat diolah di charity program yang diselenggarakan pertama kalinya di Kauman ini diantaranya Sate Goreng, Gulai, Tongseng dan Tengkleng.

Dengan memilih lokasi di Komplek Masjid Gedhe Kauman diharapkan banyak masyarakat yang memperoleh daging kurban untuk membawa dan memasakkan daging kurban yang diperoleh.

Baca: Ramah Lingkungan, Warga Kalipucang Bantul Bungkus Daging Kurban Pakai Kreneng dan Daun Jati

"Buat para masyarakat yang sudah memperoleh daging kurban kami persilahkan untuk datang dan masak disini, bumbu dan chef kami sediakan," lanjut Jawel.

Harapannya, kedepan masyarakat tidak menjual daging kurban yang diperoleh dari pembagian dan mengolahnya untuk konsumsi.

"Tentu kami berharap masyarakat tidak menjual daging kurbannya karena hakikatnya daging kurban adalah untuk dinikmati bersama," pungkasnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved