TRIBUN JOGJA FOTO
UPACARA TUMPLAK WAJIK AWALI PEMBUATAN GUNUNGAN
Prosesi Tumplak Wajik mengawali proses pembuatan gunungan Grebeg Besar di komplek Keraton yogyakarta, Minggu (19/8).
Penulis: Hasan Sakri Ghozali | Editor: Hasan Sakri Ghozali
TRIBUNJOGJA.COM - Untuk menyelenggarakan Upacara Grebeg Besar yang selalu diadakan oleh Keraton Kasultanan Yogyakarta sewaktu Idul Adha, ada beberapa tahapan yang perlu dilalui.
Salah satu tahapan yang mesti dijalani adalah prosesi Tumplak Wajik, yang dilakukan untuk mengawali pembuatan gunungan. Gunungan adalah sarana paling penting dalam Upacara Grebeg.
Gunungan adalah rangkaian aneka makanan dan hasil bumi yang disusun menyerupai bentuk gunung (seperti tumpeng).
Gunungan inilah yang nantinya dikirab dalam prosesi Grebeg dengan pengawalan bregada atau prajurit keraton untuk kemudian didoakan di Masjid Gede Kauman. Setelah didoakan isi dari gunungan tersbuet akan dibagikan kepada masyarakat.
Upacara Tumplak Wajik di Keraton Yogyakarta selalu dilakukan di sebuah tempat yang dinamakan Panti Pareden yang berada di kompleks Magangan Keraton Yogyakarta.
Disebut Panti Pareden karena bangsal ini digunakan untuk membuat redi atau ardi yang berarti gunung, yang dalam hal ini adalah gunungan untuk keperluan Upacara Grebeg.
Pada saat melakukan prosesi Tumpak Wajik, sejumlah abdi dalem juga mengiringi dengan suara tetabuhan dari lesung.
1. Membawa ubo rampe
2. Prosesi Tumplak Wajik
3. Menabuh lesung
4. Setelah prosesi Tumplak Wajik barulah dapat dimulai proses merangkai gunungan.
5. Merangkai isi gunungan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/tumplak-wajik_20180821_165039.jpg)