Pendidikan

Hindari Golput, SMAN 8 Yogyakarta Laksanakan Pemilihan Ketua OSIS dan MPK Secara Online

Pada pemilihan yang diikuti sebanyak 768 siswa dan 70 guru, panitia telah menyiapkan sebanyak delapan bilik milik KPU Kota Yogyakarta.

Penulis: Noristera Pawestri | Editor: Ari Nugroho
IST
SMAN 8 Yogyakarta menyelenggarakan Pemilihan Ketua OSIS dan MPK secara online pada Selasa (21/8/2018). 

Laporan Reporter Tribun Jogja Noristera Pawestri

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Jika pemilihan Ketua OSIS dan MPK pada tahun-tahun sebelumnya dilaksanakan secara manual, tahun ini SMAN 8 Yogyakarta menyelenggarakan Pemilihan Ketua OSIS dan MPK secara online pada Selasa (21/8/2018).

Pada pemilihan yang diikuti sebanyak 768 siswa dan 70 guru, panitia telah menyiapkan sebanyak delapan bilik milik KPU Kota Yogyakarta.

Ketua Basic Leadership Training (Balet) 2018, Deanovella Septiana Hanifah mengatakan, pada masing-masing bilik terdapat satu buah laptop yang sudah terkoneksi dengan internet.

Baca: Gelar Pemilu Calon Ketua OSIS, SMPN 2 Yogyakarta Bentuk Panitia KPU

"Kita kerjasama sama dengan KPU Kota Yogyakarta kita pinjam biliknya, masing-masing bilik untuk satu kelas, kita ada kelas MIPA 1-7 dan IPS," ujar Dea kepada Tribunjogja.com

Lebih lanjut ia menjelaskan, kelebihan pemilihan secara online ini lebih praktis, cepat dalam perhitungan suara serta untuk menghindari golput.

"Dulu kan pakai kertas, dicoblos, nah yang nggak tau kandidatnya ada yang golput, terus menghitungnya juga lama karena manual. Kalau online bisa menghindari golput, kan harus klik salah satu, gak bisa klik semua," lanjutnya.

Dea menambahkan, kelebihan pemilu sistem online ini juga lebih ramah lingkungan karena menghemat kertas.

"Kita mikir kan kita sekolah Adiwiyata, kok pakai kertas kan boros dan nggak ramah lingkungan. Kalau online kan lebih hemat kertas," ucapnya.

Baca: Puluhan Ketua OSIS SMP Se-Bantul Dikukuhkan

Meski menyelenggarakan pemilihan secara online, namun pihaknya tetap berjaga-jaga menyediakan surat suara manual untuk menghindari jika ada kendala dalam pemilu online.

"Kita punya cadangan surat suara secara offline, karena ini pertama kalinya menyelenggarakan pemilu online, tapi kita gunakan surat suara dengan kertas bekas," katanya.

Dea menjelaskan, dalam pembuatan website pemilu ini, para siswa dibantu oleh tim IT SMAN 8 Yogyakarta.

Selaim itu, pihaknya juga telah menyediakan 900 username dan password yang akan dipakai untuk login website.

"Jadi buka web, login masukkan username dan password, kemudian mau pilih OSIS atau MPK dulu," terang dia.(TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved