Breaking News:

Bantul

Sempat Alami Kerusakan, Tiga Alat Berat di TPST Piyungan Kembali Beroperasi

Sempat Alami Kerusakan, Tiga Alat Berat di TPST Piyungan Kembali Beroperasi

Tribun Jogja/ Ahmad Syarifudin
Alat berat di TPST Piyungan kembali beroperasi setelah sebelumnya sempat mengalami kerusakan 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ahmad Syarifudin

TRIBUNJOGJA.COM - Sempat alami kerusakan, sejumlah alat berat di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan, kini sudah kembali beroperasi.

Pantauan Tribunjogja.com, alat-alat berat tersebut sudah kembali bekerja dan melakukan pengurukan sampah.

Sejumlah truk-truk pengangkut sampah yang datang dari Kota Yogya, Sleman, dan Bantul juga tampak sudah bisa masuk normal dan membuang sampah seperti biasanya.

Staff Administrasi TPST Piyungan, Marwan, mengatakan, pihaknya dari kemarin sudah bekerja lembur untuk memperbaiki sejumlah alat berat yang rusak.

"Sekarang alat semua sudah ready, pembuangan sudah normal lagi," tuturnya, ditemui di lokasi, Senin (20/8/2018).

Baca: Disperindag Sleman Dorong Masyarakat Beli Batik yang Sesungguhnya

Ia menjelaskan, kendala yang dihadapi TPST Piyungan minggu lalu, ketika tidak bisa menerima sampah karena alat berat rusak dan terkendala pengadaan sparepart.

Sparepart alat berat apalagi tipe-tipe besar, seperti Buldozer di kota Yogya, diakui Marwan belum banyak, sehingga pengadaan sparepart, sampai harus order keluar kota.

Padahal, komponen alat berat yang rusak kemarin itu terbilang sepele yakni seal. Namun, menurutnya, di kota Yogya seal Buldozer tersebut belum ada.

"Kita nyarinya sampai di Jakarta dan Semarang, karena di Yogya belum ada," ungkap dia.

Hari ini, diakui Marwan, tiga alat berat di TPST Piyungan sudah beroperasi normal. Terdiri dari dua buldozer dan satu ekskavator.

Ketiga alat berat tersebut sebenarnya masih kurang mumpuni untuk mengolah ratusan ton sampah yang masuk di TPST Piyungan setiap hari. Apalagi ketika musim penghujan, diakui Marwan akan muncul berbagai macam kendala.

Baca: Pemda DIY Kesulitan Cari Persewaan Alat Berat untuk TPST Piyungan

"Kalau musim kemarau, mungkin tiga alat itu masih bisa (mengolah sampah). Masalahnya nanti kalau musim penghujan, ada permasalahan sendiri. Kita lihat sendiri di mana-mana sudah full," terangnya

Namun demikian, meskipun TPST Piyungan sudah overload sebagai tempat pembuangan sampah, sejak perencanaan teknis 2012 silam. Marwan mengaku sejauh ini berusaha merekayasa pembuangan, bagaimana sampah-sampah tetap bisa ditempatkan.

"Kalau kita di lapangkan, ang penting bagaimana sampah bisa masuk, tertampung dan tidak mengganggu di jalan," ujar dia. (tribunjogja)

Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: Hari Susmayanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved